Serunya Perang Kuda di Festival Pasola
Ihsan Asri - detikTravel
Kamis, 16 Feb 2012 14:04 WIB
Jakarta - Menguji keberanian dalam perang kuda bersama penduduk asli Sumba, atau cukup jadi penonton saja. Festival Pasola akan jadi pengalaman tak terlupakan untuk Anda.menguji sisi keberanian anda bersama penduduk asli setempat menikmati menunggangi kuda Sandelwood yang berbadan kecil, kokoh dan lincah ditengah padang savana yang luas sambil memandangi laut lepas nan indah dengan pasir putihnya ditemani suaraΒ teriakan "Kayaka" khas penduduk setempat.Jika Anda masih kurang berani, tambahlah pengalaman yang tidak akan anda lupakan dengan hanya menjadi penonton yang baik bersama ribuan pengunjung lainya menyaksikan kebaranian penduduk asli Β ber "Pasola" sambil menikmati gurihnya durian dan Alpukat setempat.Jika waktu dan kesempatan memungkinkan Anda untuk menikmati alam cantik dan tradisi unik Indonesia maka waktu dan tempat yang paling tepat adalah Pulau Padang Savana "Sumba", Nusa Tenggara Timur. TidakΒ hanya menikmati Kuda Sandelwoodnya yang kecil, kokoh, dan lincah yang memenuhi padang savana tapi juga bisaΒ menikmati belasan lokasi pantai yang indah dengan pasir putih di sepanjang sisi Barat dan Timur pulau ini.Lupakan jika yang ada dalam benak Anda bahwa ke Sumba hanya akan menikmati kampung dan rumah adat khas Sumba yang tetap berdiri bahkan di tengahβtengah Kota Waikabubak (Sumba Barat). Kemampuan dan ketelitian perempuan-perempuan Sumba menenun, kuburan batu berusia ratusan tahun serta tradisi penguburan khas Penduduk asli yang tentunya tidak akan Anda temui bahkan di belahan bumi manapun selain pulau ini akan menemani Anda saat berada di Sumba.Bulan ini Februari sampai Maret, mari memacu andrenalin serta sisi keberanian Anda, bergabung bersama dengan penduduk asli setempat dalam tradisi "perang" Pasola.Β Inilah tradisi yang menguji keberanian dan sportifitas penduduk asli setempat, berakar dari rangkaian upacara tradisional yang dilakukan orang Sumba, khusunya Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, penganut agama asli Marapu.Pasola yang berasal dari kata"sola" atau "hola" yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Masingβmasing kelompok terdiri dari 50β100 orang. Setelah mendapat imbuhan "pa" (pa-sola, pa-hola) artinya menjadi permainan. Jadi, Pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan.Jadi apalagi yang Anda tunggu, cobalah luangkan sedikit waktu dan menguji sisi keberanian anda bersama penduduk asli setempat menikmati menunggangi kuda Sandelwood yang berbadan kecil, kokoh dan lincah ditengah padang savana yang luas sambil memandangi laut lepas nan indah dengan pasir putihnya ditemani suaraΒ teriakan "Kayaka" khas penduduk setempat.Jika Anda masih kurang berani, tambahlah pengalaman yang tidak akan anda lupakan dengan hanya menjadi penonton yang baik bersama ribuan pengunjung lainya menyaksikan kebaranian penduduk asli Β ber "Pasola" sambil menikmati gurihnya durian dan Alpukat setempat.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru