Wisata Dalam Negeri, Kenapa Tidak?
Rabu, 29 Feb 2012 19:17 WIB
Putri Rizqi Hernasari
Jakarta - Saat ini, animo masyarakat Indonesia untuk berwisata cukup tinggi. Sayangnya, kebanyakan orang lebih suka berwisata ke luar daripada di dalam negeri. Kemenparekraf pun akan lebih mengajak masyarakat untuk liburan di dalam negeri."Seperti contoh, orang lebih suka berpergian ke Singapura ketimbang Papua karena biaya yang dikeluarkan ke Singapura lebih murah daripada ke Papua," ungkap Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim.Dalam jumpa pers pada rapat kerja teknis pengembangan destinasi priwisata, di Crystal Room, Hotel Redtop, Jl Pecenongan, Rabu (29/2/2012), dibahas tentang cara menekan laju perjalanan wisatawan dalam negeri ke berbagai destinasi di luar negeri.Firmansyah Rahim juga mengungkapkan, permasalahannya adalah orang luar negeri yang datang ke negara lain untuk berwisata, mengeluarkan uang untuk kuliner dan transport. Nah, kalo orang Indonesia paling banyak mengeluarkan uang untuk belanja.Oleh sebab itu, kini Kemenparekraf melakukan berbagai macam cara untuk mengajak wisatawan berlibur di dalam negeri. Caranya adalah dengan lebih mengenalkan destinasi di dalam negeri dan bekerjasama dengan maskapai penerbangan untuk memberikan diskon dalam penerbangan dalam negeri. Diskon penerbangan tersebut, lebih diharapkan kepada anak sekolah, seperti diskon setengah harga. Sehingga, anak-anak sekolah juga punya kesempatan untuk berkeliling Indonesia."Cara pengendaliannya dengan sebelum liburan atau hari kejepit tiba, akan diadakan sale pariwisata atau travel mark. Jadi, saat liburan tiba mereka sudah mempunyai pilihan berlibur ke Indonesia bukan ke luar negeri," kata Firmansyah Rahim.Firmansyah Rahim juga menambahkan, Menteri Kemenparekraf Mari Elka Pangestu juga berharap sebelum liburan datang, destinasi-destinasi pariwisata dalam negeri sudah dipromosikan.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru