Gua Maria Tritis, Kesyahduan Alam yang Religius
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Gua Maria Tritis, Kesyahduan Alam yang Religius

Dhiana Puspitasari - detikTravel
Senin, 16 Jan 2012 13:07 WIB
loading...
Dhiana Puspitasari
3 pengelana di dalam gua
Jalan mulus
Menembus hutan jati
3 salib
Gua Maria yang alami
Gua Maria Tritis, Kesyahduan Alam yang Religius
Gua Maria Tritis, Kesyahduan Alam yang Religius
Gua Maria Tritis, Kesyahduan Alam yang Religius
Gua Maria Tritis, Kesyahduan Alam yang Religius
Gua Maria Tritis, Kesyahduan Alam yang Religius
Jakarta - Berwisata alam ke gua memang memiliki rasa dan daya tarik tersendiri. Dengan keadaan alam yang masih alami mampu memberikan kenyamanan dan ketenangan di hati para pengunjungnya. Kali ini kami berkesempatan untuk mengunjungi Gua Maria Tritis.pagi itu, aku bersama temanku pergi ke Gua Maria. Gua yang satu ini, memang masih alami dan termasuk yang terindah di Indonesia.Β Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan Wonosari yang sepanjang jalannya dihiasi dengan tanjakan dan turunan yang bisa memacu adrenalin. Jalanan yang teduh dengan pepohonan serta pemandangan jurang dan tebing juga menjadi teman selama perjalanan ini.Wisatawan harus menempuh perjalanan selama 1 jam. Setelah melewati sebuah tikungan, mata ini terkesima dengan pemandangan sebuah jalan halus, mulus, sepi tak ada kendaraan yang lewat kecuali kami, pepohonan jati di kanan kiri jalan, dan serpihan batu kapur putih yang ada di sepanjang jalan menambah eksotisme perjalanan menuju Gua Maria. Tak ragu rasanya untuk menghentikan kendaraan dan berteriak, "Wow, keren banget serasa di luar negeri." Sambil mengabadikan lukisan alam ini melauli jepretan kamera yang dibawa.Setelah beberapa lama berfoto-foto, kami kembali melanjutkan perjalanan. Tak berapa lama, akhirnya sampai di tempat tujuan, yaitu Gua Maria. Bagi yang membawa kendaraan, dari tempat parkir masih harus berjalan lagi sekitar 1 km untuk sampai di Gua Maria.Gua Maria Tritis merupakan gua alami dengan ornamen stalaktit dan stalakmit yang indah. Lokasinya berada di tengah hutan dan jauh dari pemukiman penduduk. Keheningan dan kesunyian yang mendalam, bisa di temui di dalam gua ini. Sesekali bunyi tetesan air menimpali keheningan yang ada di dalam gua. Meski tidak mempunyai sendang tapi para peziarah seringkali membawa pulang air berkat yang merupakan hasil tetesan stalagtit dan diyakini mampu menyembuhkan penyakit.Di dalam Gua Maria terdapat altar alami yang sederhana terbuat dari batu alam serta sebuah Patung Maria yang sedang berdoa. Hamparan karpet usang mengalasi para peziarah yang datang.Rute jalan salib sejauh 1,5 km dengan 14 stasi atau pemberhentian juga melengkapi keadaan Gua Maria. Di tempat tersebut juga terdapat diorama yang menggambarkan kesengsaraan Yesus. Pada stasi ke-12 terdapat 3 buah salib besar yang menggambarkan saat Yesus disalib oleh dua orang penjahat.Setelah melewati jalan salib kita akan merasa dibawa ke bukit Golgota yang sesungguhnya dengan jalan berbatu, terjal, dan berliku di atas bukit yang tandus dan kering. Suasana seperti ini benar-benar menarik kita ke dalam hawa yang sangat religius yang tenang dan syahdu. Maka tidak heran banyak wisatawan yang datang ke gua ini untuk berdoa dan menenagkan diri.Β 
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads