Jalan-jalan di Kota Jam Terbesar di Dunia
Senin, 30 Jan 2012 12:38 WIB
Putri Rizqi Hernasari
Jakarta - Kota Makkah di Arab Saudi tidak hanya identik dengan haji. Tahukah Anda, Makkah memiliki menara jam terbesar di dunia. Big Ben di London pun kalah. Berjalan-jalan di kawasan ini akan jadi pengalaman tak terlupakan.Jika berkunjung ke tempat ini saat haji, umrah atau memang berlibur, Anda bisa melihat sebuah menara jam raksasa berdiri dengan megahnya di tengah kota. Menara jam ini bernama Royal Clock Tower. Menara ini memiliki tinggi 600 meter, 6 kali lebih tinggi dari Big Ben di Inggris.Bagian depan jam dihiasi dengan kaca mozaik dan bersinar terang di malam hari karena memiliki sekitar 2 juta lampu. Menara jam terbesar ini adalah bagian dari tujuh menara hotel di Abraj Al-Bait dan komplek perumahan yang dibangun oleh kelompok konstruksi Saudi, Bin Laden Group. Letaknya tepat di depan Masjidil Haram.Di sekitar menara, Anda bisa berjalan-jalan santai sambil menikmati suasana religius yang kental terasa. Di kanan kiri bangunan, ada banyak pedagang makanan khas timur tengah, seperti kebab, nasi bukhori, roti tamiz atau roti gandum lengkap dengan kari, ayam barbeque, dan makanan timur tengah lainnya. Jangan kuatir untuk wisatawan asal Indonesia, di sekitar menara jam juga terdapat rumah makan yang khusus menyediakan makanan Indonesia.Sedikit maju ke depan menara, di Hotel Hilton Misfalah, ada pusat perbelanjaan Bin Daud. Tempat perbelanjaan ini mirip dengan mal yang ada di jakarta. Di sini, Anda bisa melihat aneka barang dijual mulai dari makanan hingga perlengkapan sehari-hari.Keluar dari Bin Daud, Anda bisa berjalan lurus ke arah Misfalah. Di sana, ada banyak toko memenuhi sisi kanan kiri jalan. Biasanya tempat ini dijadikan sebagai tempat membeli oleh-oleh. Aneka cinderamata khas timur tengah bisa Anda temui, mulai dari pacar atau pewarna kuku, sejadah, kacang arab, kurma, tasbih, gelang tasbih, gamis, siwak, hingga karpet.Harga yang ditawarkan di toko-toko ini bervariasi. Kebanyakan setiap barang telah diberi label harga. Untuk gantungan kunci dan gelang, diberi harga 2 Riyal atau senilai dengan Rp 2.400. Untuk pacar kuku yang instan dihargai 5 Riyal. Gamis biasanya dihargai berdasarkan jenis kain, model, dan warna pernik yang digunakan. Gamis berwarna standar, yaitu hitam dan putih dihargai 120 Riyal atau Rp 288.000. Tapi ingat, Anda harus pintar-pintar menawar karena harga bisa turun hingga 100 Riyal.Jika ingin membeli barang-barang ini dengan harga yang lebih murah, Anda bisa datang subuh-subuh. Biasanya, pasar subuh dadakan digelar di jalan tepat depan toko-toko. Biasanya, barang yang dijajakan di pasar subuh ini adalah jilbab, gamis, gelang tasbih, topi, dan aneka buah. Sayangnya, Anda tidak bisa menawar di pasar dadakan ini, karena harga yang dipatok sudah murah.Untuk gamis panjang polos dihargai 10 Riyal atau Rp 24.000. Harganya memang jauh di bawah harga toko, karena kualitasnya memang tidak sebagus kualitas gamis di toko. Untuk topi, dihargai 5-8 Riyal atau senilai Rp 19.000, tergantung motif. Begitu pula dengan jilbab, dihargai 8 Riyal. Buah yang dijajakan di pasar subuh biasanya mangga, plum, jeruk, dan pisang. Buah tidak dijual satuan, tetapi 1 lusin tiap kotak.Agak siang dikit, Anda bisa banyak burung merpati yang asik menikmati makanan dari pengunjung memenuhi jalan. Jalan-jalan di kota dengan menara jam terbesar semakin asyik sambil menikmati es krim, jangan lupa membawa kacamata hitam karena cahaya matahari yang begitu meyilaukan.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru