Jakarta - Sabtu (12/11/2011), perjalananku ke Jogja tidak hanya digunakan untuk berkeliling Malioboro saja. Sebuah tantangan naik motor ke Gunungkidul ku terima. Bermodalkan jaket tipis dan helm setengah membuat pipiku terasa ditampar angin.Jam10 pagi, sampailah pada pantai yang paling dekat dengan pintu masuk, yaitu Pantai Baron. Di sana terlihat banyak ikan dan nelayan. Aroma amis pun mendarat dihidungku.Berlanjut ke pantai Kukup yang berada di sebelahnya. "Lelahku hanyut terbawa ombakmu," mungkin itu ungkapan yang pas untuk diriku saat ini. Hamparan pasir putih lengkap dengan air laut yang jernih dan beberapa batu-batu karang menjulang membuat tidak adanya rasa panas saat berjemur (karena berteduh dibawah batu karang). Satu jam berlalu, saatnya mengunjungi surga selanjutnya.Dengan motor, kulihat kawasan Pantai Sepanjang, Krakal, dan Sundak tapi sayang kami tidak bisa mampir karena tak sabar ingin melihat keajaiban Drini. Sebelum sampai Drini, dari atas bukit kita bisa melihat hamparan air laut yang tingggi sekali. Pertanyaan pertama, "Di gunung ada laut?" Aku sudah tak sabar menginjakkan kaki di pasirnya.Satu kata yang terlintas dikepalaku, "Pantai yang bukan sekadar pantai." Bukan pantai yang hanya pasir dan air tapi ini pantai yang pasirnya membelah laut.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru