Asyik! Yacht Asing Makin Mudah Berkunjung ke Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Asyik! Yacht Asing Makin Mudah Berkunjung ke Indonesia

Afif Farhan - detikTravel
Jumat, 09 Des 2011 15:19 WIB
loading...
Afif Farhan
id.utiens.com
Asyik! Yacht Asing Makin Mudah Berkunjung ke Indonesia
Jakarta - Berlibur menggunakan kapal wisata atau yacht sudah tidak asing lagi bagi para wisatawan mancanegara. Pemerintah pun akan memudahkan prosedur kapal yacht untuk berlayar ke Indonesia, agar dapat menggenjot pariwisata nasional.Pemerintah telah mengeluarkan Perpres No 79 Tahun 2011 untuk memudahkan kapal wisata yacht ke Indonesia. Dalam acara sosialisasi Perpres tersebut di Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat (9/12/2011), pemerintah mengatakan potensi kunjungan wisata dari para yachter atau pemilik yacht sangatlah besar."Kami melihat yacht sangat potensial, jika dikembangkan di Indonesia karena laut kita luas dan indah. Namun dari pantauan kami, dalam setahun laut Indonesia hanya dikunjungi 1.000 dari total 5.000 yachter yang ada di dunia," kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Ir Firmansyah Rahim.Hal ini dikarenakan infrastruktur yang belum tertata baik dan peraturan yang tidak jelas. Dia pun menambahkan yachter yang datang ke Indonesia selama ini karena ada event saja, seperti Sail Indonesia.Lewat Perpres No 79 Tahun 2011 ini, diatur agar wisatawan yang ingin berlibur ke Indonesia menggunakan kapal yacht diberikan kemudahan. Kemudahan yang diberikan adalah permohonan dan pemberian Clearance And Approval For Indonesian Territory (CAIT) ke pelabuhan, kepabeanan, dan karantina untuk kapal wisata asing apabila masuk dan keluar melalui 18 titik pelabuhan.18 Titik pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Sabang (Aceh), Belawan (Sumatera Utara), Teluk Bayur (Padang), Nongsa Point Marina (Batam), Badar Bintan Selani (Bintan), Tanjung Pandan (Belitung), Sunda Kelapa dan Marina Ancol (Jakarta), Benoa (Bali), Penau (Kupang), Kumai (Kalimantan Tengah), Tarakan (Kalimantan Timur), Nunukan (Kalimantan Timur), Bitung (Sulawesi Utara), Ambon (Maluku), Saumelaki (Maluku), Tual (Maluku), Sorong (Papua Barat), dan Biak (Papua)."Dari 18 pelabuhan, hanya 3 saja yang sudah siap, yaitu Batam, Benoa, dan Marina Batavia," ungkap Firmansyah.Deputi IV Bidang Koordinasi Industri Perdagangan Kemenko Perekonomian, Edi Putra menambahkan, kunjungan wisatawan dengan yacht asing bisa mendorong wisata bahari dan menjadi pemasukan yang sangat besar bagi masyarakat pesisir pantai."Sebelum tahun 2014, kita menargetkan 20.000-30.000 yacht yang akan datang ke Indonesia. Wisata bahari akan meningkatkan human capital dan meningkatkan hidup masyarakat pesisir, seperti di Miami, Florida, Amerika Serikat," kata Edi.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads