Wisata Alam Impian yang Tak Diketahui
Miko Edensor - detikTravel
Senin, 12 Des 2011 18:21 WIB
Jakarta - Wisata alam Sungai Pagat adalah salah satu wisata alam yang terletak di Kabupaten Barabai, Kalimantan Selatan, sekitar 4 jam dari Banjarmasin arah Balikpapan. Namun, perjalanan wisata saya kali ini tidak dari Banjarmasin, melainkan dari Kota Tanjung Tabalong atau kota kawasan pertambangan batu bara Site Adaro. Mengingat susahnya angkutan umum di daerah Kalimantan, untuk transportasi saya menggunakan mobil sewa harian yang banyak tersedia di kota Tanjung.Tepat pukul 07.00 WIB, kami (saya dan teman-teman kantor) berangkat. Sebenarnya jarak antara Kota Tanjung dan Kota Barabai tidak terlampau jauh. Namun, jalan yang sempit dan sebagai jalur lintas provinsi, membuat suatu hambatan dan membutuhkan sekitar 2 jam untuk menempuhnya. Sesampainya di depan wisata Pagat, hanya biasa saja responku. Namun, setelah berjalan menyusuri jalan setapak ke dalam, suasana menjadi berubah. Tampak dari sana pegunungan semacam tanah kapur menjulang tinggi dihadapan.Semakin kami menyusuri, sampai kami di sungai yang jernih dan bergemercik bertatapan bebatuan kali yang sama persis dengan gambar-gambar di buku Bahasa Indonesia di masa saya masih sekolah dasar. Melihat jernihnya air dengan menampakkan kesegarannya, saya dan beberapa teman tak sabar lagi untuk menenggelamkan diri di sungai. Namun, dari pandangan lain juga terlihat bukit-bukit yang tampak seperti menara karang berundak jalan setapak menggoda untuk dihampiri. Jadi, saya putuskan untuk menyusuri walking track menuju menara karang terlebih dulu, menikmati suasana pegunungan Kalimantan Selatan dari puncak menara karang.Setelahnya, ketika lelah sudah menumpuk dari usaha pendakian menara karang, tak lagi kami berpikir panjang. Kita berganti pakaian renang dan melemparkan tubuh yang basah karena keringat lelah di kedung Sungai Pagat. Inilah suasana dalam sungai impian, yang hanya terbayang pada cerita-cerita pada buku di masa sekolah dasar. Jernih, tenang, dan menyegarkan. Menghapus semua penat yang terkumpul beberapa bulan, tersapu aliran air dan terpecah oleh hantaman bebatuan menjadi riak.Ibarat berdangdut tanpa bergoyang, kurang lengkap memang berpetualang wisata tanpa diakhiri makanan dengan sajian khas daerahnya. Semua jenis ikan khas Kalimantan, dengan penyajian bakar. Barulah setelah perut sudah terisi dan asap mild mencuci bekas makanan dalam mulut, kami sudahi perjalan wisata untuk kembali pulang ke Kota Tanjung.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru