Air Terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep
Senin, 10 Okt 2011 12:46 WIB
Anita Elizabeth Tholoan Sianipar
Jakarta - Biasanya bila ada orang berbicara tentang Mataram atau Lombok, pasti yang terpikir oleh kita adalah pantainya yang eksotis. Tapi, untuk kali ini mari saya perkenalkan sisi lain dari Mataram atau Lombok.Awal cerita, untuk memulai perjalanan ini saya masih sempat merasakan mendarat di Bandara Salaparang karena akhir September bandara itu di tutup dan dipindahkan ke Bandara Udara Internasional Lombok.Dari Salaparang saya stay di Hotel Jayakarta, Sengigi. Di sana hotelnya cukup besar dan nuansa tuanya cukup terasa. Karena tdak ada lift jadi bila kamar kamu di lantai 4 cukup gempor juga betisnya.Cukup mengenai hotel, mari kita review perjalanan menuju Lombok Utara. Sebelumnya maaf sekali saya tidak bisa membantu informasi naik kendaraan apa bila kita menuju Lombok Utara ini jika ingin backpaker karena kemarin saya dan rombongan disediakan bus sewaan.Lama perjalanan dari Hotel ke Lombok Utara berkisar 2 jam dengan jalan yang berliku-liku dan terdapat tanjakan serta turunan yang cukup curam. Sehingga sang supir harus ekstra berhati hati.Sampai sudah di Lombok Utara terutama di daerah tujuannya, dari pinggir jalan kita harus turun ke bawah menuju air terjun pertama yaitu Sendang Gila. Dari atas menuju ke bawah memakan waktu sekitar 30 menitan. Kalian tidak perlu khawatir karena pengelola juga menyediakan anak tangga yang landai. Walaupun sudah terdapat banyak kerusakan, masih layak untuk dilewati.Sampai di Sendang Gila, kesannya mungkin seperti air terjun pada umumnya dengan tempat yang seadanya. Foto-foto sebentar dan menikmati pemandangan si Sendang Gila sambil makan siang di sini.Perjalanan dilanjutkan kembali dengan menaiki tangga yang tadi. Saya kira kita mau pulang kembali ternyata tak seberapa jauh si Guide-nya mengajak kami menyusuri jalan setapak meninggalkan jalan tangga tadi. Kali ini jalanannya benar-benar mengajak saya bertualang.Setelah meninggalkan jalan tangga tadi untuk menyusuri jalan setapak kita akan menaiki tangga yang cukup curam. Kemudian melewati jembatan kecil model Belanda. Kemudian kita akan menyusuri jalan setapak dengan pemandangan yang masih alami sekali, melewati irigasi kuno, sungai-sungai dangkal dengan air yang jernih dan segar. Intinya perjalanan menuju Tiu Kelep sungguh menyenangkan dan benar-benar seperti "Ninja Hatori", kita melewati bebatuan yang besar mendaki jalan setapak tanpa bantuan tangga buatan.Akhirnya, semua letih dan lelah terbayar lunas, ketika kita sampai di Tiu Kelep. Puji dan syukur kita ucapkan kepada Sang Pencipta. Sungguh amazing ciptaannya, indah sekali.Air terjun yang sangat indah, di tengah-tengahnya terdapat kolam dan di atasnya ada air terjun yang saling mengelilingi. Situasi di sana benar-benar natural, tanpa ada sentuhan tangan manusia, semuanya masih asli dari yang di atas.Tak terasa cukup lama di sana kita pun kembali, menyusuri jalan yang tadi melewati bebatuan, irigasi, sungai dan jembatan tapi kali ini kita tidak menuruni tangga yang curam tadi melainkan kita akan melewati terowongan. Terowongan ini sebenarnya dibuat untuk saluran air, dibuat membelah gunung, tanpa ada penerangan. Benar-benar terowongan yang mendebarkan tapi sangat menyenangkan, bila mengetahui saya akan basah, mending saya main basah basahan tadi di Tiu Kelep.Sesudah melewati terowongan kita akan kembali ke jalan utama, kembali naik ke tangga tadi dan menyelesaikan petualangan kita.Bila Ke Mataram selain menikmati keindahan pantainya, ada baiknya dicoba juga keindahan alam air terjunnya, perjalanan yang cukup jauh dijamin tidak mengecewakan.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru