Jakarta - Setelah menempuh kurang lebih tiga jam perjalanan dengan kapal boat dari salah satu pelabuhan di Sorong, akhirnya tiba juga di pulau Marandan, Raja Ampat. Saya dan teman tinggal di rumah penduduk asli di sanaDi sana tidak ada fasilitas listrik sehingga ketika menginjak waktu magrib, praktis semua gelap gulita. Hanya mengandalkan cahaya bulan dan api unggun yang dibuat warga setempat sambil bakar ikan dan jagung. Sinyal tak ada sama sekali, sehingga handphone menjadi barang yang tak berguna di sana.Aktivitas yang saya lakukan di sana antara lain, bermain-main dengan anak-anak penduduk asli setempat, snorkeling, menyaksikan matahari terbenam, dan tentunya foto-foto narsis.Β Tapi di luar itu semua, Raja Ampat memiliki pantai yang sangat indah, bersih dan alami. Airnya begitu jernih, sehingga tak perlu repot-repot snorkling untuk melihat keindahan alam bawah lautnya.Untuk menuju ke tempat ini diperlukan menyewa kapal boat yang harganya relatif mahal sekali menggunakan standar harga di Papua yang bisa berkali-kali lipat dari harga di Pulau Jawa.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Kisah Siswa SD Viral di Salatiga, Piknik ke Jakarta Sewa Pesawat Garuda
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel