Pulau Pramuka, Liburan Seru yang Tak Terduga
Vc Tantri Fleamagic - detikTravel
Selasa, 01 Nov 2011 14:46 WIB
Jakarta - Awal cerita, tujuan saya berkunjung ke Jakarta hanya ingin bertemu dengan Adit (pacarku) yang sedang kuliah di sana. Rencana kunjungan ini hanya sekitar 3 hari karena menurut informasi dia sedang sibuk dan tidak banyak punya waktu. Dengan kabar seperti itu, mau tidak mau aku harus tetap berangkat, walaupun hanya setengah hati. Ketika sampai di Jakarta aku hanya jalan-jalan ke daerah Tomang dan makan nasi goreng kambing yang kebetulan favorit kami berdua. Kemudian berlanjut ke Bekasi dan Senen yang kebetulan merupakan tempat tinggal orang tua angkat kami. Setelah berjalan-jalan ke tiga tempat tersebut, tiba-tiba Adit mengajakku liburan ke Pulau pramuka. Senang banget mendengar ajakan tersebut. Bagaimana tidak awalnya dia bilang sibuk dan tidak punya banyak waktu tapi nyatanya dia menyempatkan waktu untuk liburan.Kami pun berangkat ke Pulau Pramuka (02/06). Perjalanan ke sana kami melewati Muara Angke, kami ternyata nggak berangkat berdua tapi juga bersama lima orang lainnya (Mas Rindra, Tri beserta pacar, Bang Choky, dan Bang Jun). Keadaan ini tentunya menambah seru perjalanan kali ini. Kami kira awalnya akan pergi ke Pulau Tidung tapi ternyata nggak jadi. Akhirnya kami pindah lokasi, yaitu Pulau Pramuka. Aku yang tinggal di Kalimantan terkaget-kaget melihat kenyataan bahwa Pulau Pramuka itu tidak ada pantainya dan tidak terlalu luas. Berbeda dengan Bang Choky yang memang sudah keliling Pulu Seribu, jadi nggak kaget melihat kenyataan ini.Lucunya, kami baru sampai di Pulau Pramuka itu sore hari, setelah 3 jam muterin pulau, terombang-ambing, dan terjemur di kapal. Maksud dari muterin pulau bukan berarti kami hanya muter-muter tapi mencari lokasi untuk mendirikan tenda dan ternyat pulau ini tidak mempunyai garis pantai. Tentu saja, pantainya akan ada kalau air lautnya surut.Karena sudah merasa capek dan hasri juga sudah malam, semua setuju untuk menginap di homestay. Homestay yang kami sewa ini menghadap langsung ke laut. Untuk urusan harga tergolong cukup lah untuk kantong anak kuliahan seperti kami, hanya sekitar Rp400.000,00 per malam. Fasilitas yang diberikan adalah double bad, kamar mandi, tv, dan AC yang cuma bisa digunakan sampai jam 9 malam (katanya sih karena listrik di tempat itu menggunakan tenaga surya).Keesokan paginya kami sudah memiliki jadwal untuk mencoba bersnorkeling di Pulau Pramuka. Kebetulan yang mengelola homestay juga menyewakan peralatan diving, snorkeling, sampai kano pun ada. Mas Budi (pengelola homestay) memang sangat baik, sampai-sampai kami dicarikan kapal dan pemandu untuk menemani kami melakukan snorkeling.Jam 7 pagi kami sudah siap di kapal dan menuju pulau kecil yang berada tidak jauh dari Pulau Pramuka. Sebelum melakukan snorkeling pertama-tama kami belajar untuk menggunakan alatnya. Ternyata ini merupakan pengalaman pertama kami melakukan snorkeling.Awalnya memang rada-rada aneh bernafas dari mulut tapi mau bagaimana lagi memang seperti itu caranya. Dan, nggak jarang aku kebablasan bernafas menggunakan hidung. Saat melakukan snorkeling rasanya sangat berbeda. Ingin rasanya tidak mau udahan dan berlama-lama melihat isi laut. Memang ciptaan Tuhan tidak ada yang bisa menandingi.Sayangnya, sebelum jam 11 siang kami harus sudah selsai. Mengingat saat itu bertepatan dengan hari Jumat jadi kita harus kembali ke Jakarta. Lagi pula kapal yang akan kita naiki datangnya jam 1 siang.Walaupun liburan ini tidak lama tapi bagiku ini tetap menyenangkan. Ditambah lagi dengan suasana yang seru juga. Tidak lupa aku juga mau bilang terima kasih buat Aditya Perdana (pacarku) yang sudah membuat acara berkunjung lebih menarik.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru