Pemerintah Prancis resmi menunjuk Christophe Leribault sebagai direktur anyar Museum Louvre, menggantikan Laurence des Cars yang mengundurkan diri. Penunjukan itu dilakukan langsung oleh Presiden Emmanuel Macron di tengah tekanan besar yang dihadapi museum tersebut.
Museum Louvre merupakan museum yang paling banyak dikunjungi di dunia, berada dalam sorotan sejak perampokan pada Oktober lalu. Dalam insiden itu, pencuri membawa kabur perhiasan senilai sekitar 102 juta USD (Rp 1,74 triliun).
Hingga kini, barang-barang tersebut belum ditemukan dan kasus tersebut memicu kritik keras terhadap sistem keamanan museum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari The Guardian, Sabtu (28/2/2026) pernyataan resmi dari Kementerian Kebudayaan Prancis menyebut pengangkatan Leribault sebagai direktur museum sebagai visi penguatan.
"Untuk memperkuat keselamatan dan keamanan gedung, koleksi, dan orang-orang, untuk memulihkan iklim kepercayaan, dan untuk melanjutkan, bersama dengan semua tim, transformasi yang diperlukan untuk museum," tulis pernyataan itu.
Leribault yang berusia 62 tahun dikenal sebagai sejarawan seni spesialis abad ke-18. Secara jejak karir, ia memimpin Museum Orsay dan Museum l'Orangerie di Paris, sebelum ditunjuk sebagai direktur Istana Versailles pada 2024.
Ia juga pernah menjabat sebagai wakil direktur departemen seni grafis Louvre pada 2006-2012. Penunjukan itu berlangsung saat Louvre menghadapi sejumlah persoalan lain.
Sejak pertengahan Desember, aksi mogok terkait upah dan kondisi kerja berulang kali membuat museum tutup. Selain itu, museum juga dibayangi masalah kebocoran air dan dugaan penipuan tiket yang menurut jaksa telah menggelapkan lebih dari 10 juta euro (rp 199 miliar) dalam kurun satu dekade.
Laporan auditor negara tahun lalu mendesak manajemen untuk mengalihkan anggaran dari pembelian koleksi baru ke peningkatan keamanan dan infrastruktur. Laporan tersebut menyoroti keterlambatan pemasangan peralatan keamanan dan mencatat bahwa hingga 2024 baru 39% ruang museum yang dilengkapi kamera CCTV.
Padahal, museum yang menyimpan lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci itu menerima lebih dari 8,7 juta pengunjung tahun lalu.
Penyelidikan parlemen terbaru bahkan menyebut Louvre sebagai 'negara di dalam negara'. Ketua penyelidikan, Alexandre Portier, mengatakan perampokan tersebut mengungkap kegagalan sistemik, penolakan terhadap risiko, dan manajemen yang "saat ini sedang gagal.
Saat mengumumkan pengunduran diri Des Cars, Pemerintah Prancis menyatakan museum membutuhkan ketenangan dan dorongan baru yang kuat untuk berhasil melaksanakan proyek-proyek besar yang melibatkan keamanan dan modernisasi.











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030