Christophe Leribault, Wajah Baru Kepala Museum Louvre

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Christophe Leribault, Wajah Baru Kepala Museum Louvre

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Sabtu, 28 Feb 2026 20:24 WIB
A placard which reads The Louvre Museum will be closed today for exceptional reasons is seen near the glass Pyramid of the Louvre Museum as the museum remains closed the day after a spectacular jewel heist by thieves who broke into the landmark by
Museum Louvre. (REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta -

Pemerintah Prancis resmi menunjuk Christophe Leribault sebagai direktur anyar Museum Louvre, menggantikan Laurence des Cars yang mengundurkan diri. Penunjukan itu dilakukan langsung oleh Presiden Emmanuel Macron di tengah tekanan besar yang dihadapi museum tersebut.

Museum Louvre merupakan museum yang paling banyak dikunjungi di dunia, berada dalam sorotan sejak perampokan pada Oktober lalu. Dalam insiden itu, pencuri membawa kabur perhiasan senilai sekitar 102 juta USD (Rp 1,74 triliun).

Hingga kini, barang-barang tersebut belum ditemukan dan kasus tersebut memicu kritik keras terhadap sistem keamanan museum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari The Guardian, Sabtu (28/2/2026) pernyataan resmi dari Kementerian Kebudayaan Prancis menyebut pengangkatan Leribault sebagai direktur museum sebagai visi penguatan.

ADVERTISEMENT

"Untuk memperkuat keselamatan dan keamanan gedung, koleksi, dan orang-orang, untuk memulihkan iklim kepercayaan, dan untuk melanjutkan, bersama dengan semua tim, transformasi yang diperlukan untuk museum," tulis pernyataan itu.

Leribault yang berusia 62 tahun dikenal sebagai sejarawan seni spesialis abad ke-18. Secara jejak karir, ia memimpin Museum Orsay dan Museum l'Orangerie di Paris, sebelum ditunjuk sebagai direktur Istana Versailles pada 2024.

Ia juga pernah menjabat sebagai wakil direktur departemen seni grafis Louvre pada 2006-2012. Penunjukan itu berlangsung saat Louvre menghadapi sejumlah persoalan lain.

Sejak pertengahan Desember, aksi mogok terkait upah dan kondisi kerja berulang kali membuat museum tutup. Selain itu, museum juga dibayangi masalah kebocoran air dan dugaan penipuan tiket yang menurut jaksa telah menggelapkan lebih dari 10 juta euro (rp 199 miliar) dalam kurun satu dekade.

Laporan auditor negara tahun lalu mendesak manajemen untuk mengalihkan anggaran dari pembelian koleksi baru ke peningkatan keamanan dan infrastruktur. Laporan tersebut menyoroti keterlambatan pemasangan peralatan keamanan dan mencatat bahwa hingga 2024 baru 39% ruang museum yang dilengkapi kamera CCTV.

Padahal, museum yang menyimpan lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci itu menerima lebih dari 8,7 juta pengunjung tahun lalu.

Penyelidikan parlemen terbaru bahkan menyebut Louvre sebagai 'negara di dalam negara'. Ketua penyelidikan, Alexandre Portier, mengatakan perampokan tersebut mengungkap kegagalan sistemik, penolakan terhadap risiko, dan manajemen yang "saat ini sedang gagal.

Saat mengumumkan pengunduran diri Des Cars, Pemerintah Prancis menyatakan museum membutuhkan ketenangan dan dorongan baru yang kuat untuk berhasil melaksanakan proyek-proyek besar yang melibatkan keamanan dan modernisasi.



(upd/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads