Kota Pesisiran Persinggahan Soekarno
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kota Pesisiran Persinggahan Soekarno

Febry Arifmawan - detikTravel
Rabu, 02 Nov 2011 14:13 WIB
loading...
Febry Arifmawan
Benteng Marlborough
Fort Marlborough Tampak Depan
Rumah Sukarno Bagian Dalam
Rumah Sukarno
Kota Tua Bengkulu
Kota Pesisiran Persinggahan Soekarno
Kota Pesisiran Persinggahan Soekarno
Kota Pesisiran Persinggahan Soekarno
Kota Pesisiran Persinggahan Soekarno
Kota Pesisiran Persinggahan Soekarno
Jakarta - Masa-masa pembuangan yang dialami oleh Soekarno memang penuh warna. Setelah beberapa tahun diasingkan di Ende, pemerintah kolonial Belanda akhirnya memindahkan Soekarno ke sebuah wilayah terbelakang di Pulau Sumatera, yaitu Bengkulu. Disinilah kemudian Soekarno bertemu dengan Fatmawati, putri seorang tokoh Muhammadiyah Bengkulu. Singkat cerita, Fatmawati kemudian menjadi istri Sukarno.Jejak perjalanan Soekarno di "bumi rafflesia" ini masih terekam dengan baik. Salah satu jejak utamanya adalah rumah Soekarno di Jalan Soekarno-Hatta, Anggut Atas, Kota Bengkulu yang sekarang menjadi objek wisata sejarah.Β Beberapa peralatan, sepeda, perpustakaan buku-buku, dan lainnya yang pernah dimiliki oleh Soekarno disimpan di dalam rumah ini.Bengkulu tentu tak hanya mempunyai rumah Soekarno saja sebagai objek wisatanya. Sebagai kota "pesisir", Bengkulu mempunyai pantai yang indah, namanya Pantai Panjang. Konon dahulu Soekarno dan Fatmawati sering berjalan-jalan di pantai ini. Di sepanjang pantai sekarang dapat ditemukan dengan mudah warung-warung yang menyajikan masakan laut. Masih di horison Pantai Panjang masih berdiri dengan kokoh Benteng Marlborough.Β Dalam catatan sejarah, Benteng Marlborough dibangun oleh perusahaan India Timur dibawah kepemimpinan Gubernur Joseph Callet.Β Bangunannya berdiri menghadap selatan dan memiliki luas sekitar 44 ribu meter persegi. Benteng ini mempunyai bentuk bangunan abad 18, menyerupai kura-kura. Pintu utamanya dikelilingi parit yang luas dan dapat dilalui oleh jembatan. Menurut masyarakat sekitar di benteng itu juga terdapat pintu keluar bawah tanah yang dulu digunakan pada waktu perang.Jadi jika Anda berwisata ke Bengkulu, tentu tak hanya bisa mencicipi seafood dan duriannya saja, tetapi dapat menambah wawasan sejarah Indonesia.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads