Terletak dekat Pasar Djemaa el Fna, Masjid Koutoubia merupakan masjid terbesar di Marrakesh, Maroko. Masjid ini terkenal karena memiliki menara yang megah dan tertua yang tersisa di dunia.
Pembangunan Masjid Koutoubia dimulai sesaat setelah penaklukan Dinasti Almohad di Marrakesh sekitar tahun 1150. Dibangun di situs sebuah masjid abad ke-11 Almoravid, masjid ini selesai pada masa pemerintahan Sultan Yacoub el Mansour (1184-1199). Namanya berasal dari bahasa Arab yang berarti 'buku' (koutoub). Nama itu diambil karena pada awalnya terdapat pasar buku di masjid tersebut.
Seperti dikutip dari sacred-destinations.com, Selasa (16/8/2011), puncak Masjid Koutoubia adalah bagian yang paling indah untuk dilihat. Namun, di puncak inilah hanya orang beragama Islam yang boleh memasukinya. Berdiri sekitar 70 meter, masjid satu menara ini mendominasi wilayah Djemaa el Fna dan dapat dilihat dari berbagai kota di sekitarnya.
Desain menara Koutoubia sangat dipengaruhi menara sebelumnya (Menara Hassan di Rabat dan La Giralda di Sevilla, Spanyol) dan arsitektur khas Maroko pada umumnya. Berbagai macam ubin dan keramik menempel di dinding dan berbagai pola ada di setiap sisi dindingnya. Berbagai motif dekoratif lain juga dapat dilihat pada berbagai bangunan di seluruh negeri.SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pucuk menara terdapat tiga bola tembaga yang terdiri dari berbagai ukuran, sebuah desain tradisional di Maroko. Biasanya hanya ada tiga bulatan tapi sebuah legenda mengatakan ada bulatan keempat yang merupakan hadiah dari istri penguasa bernama Saadian Yacoub el Mansour.
(feb/vit)
Masjid Koutoubia, Masjid Satu Menara di Maroko
Jumat, 19 Agu 2011 17:05 WIB
Redaksi Detik Travel
Jakarta -












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau