Tidak hanya sekedar sebagai mesjid agung, bangunan ini merupakan bukti sejarah Jambi. Dahulu di areal ini pernah berdiri istana Tanah Pilih dari Raja Sultan Thaha. Namun pada tahun 1885 dikuasai penjajah Belanda dan dijadikan benteng Belanda. Pada 1906 lokasi masjid Agung tersebut dijadikan asrama tentara Belanda yang digunakan sebagai tempat pemerintahan Kresidenan hingga merdeka. Sampai tahun 1970-an lokasi tersebut masih dijadikan sebagai asrama TNI di Jambi. Mesjid ini diresmikan pada tahun 1980 oleh Soeharto, presiden RI saat itu.
Mesjid seluas 6.400 Meter persegi yang dirancang sebagai mesjid tahan gempa disebut juga mesjid 1000 tiang. Pengujung yang datang ke sini akan takjub melihat deretan-deretan tiang dan penasaran untuk menghitung jumlah tiang-tiang tersebut. Jumlah sebenarnya hanya 256 tiang, namun karena begitu banyaknya tiang-tiang di mesjid ini membuat para pengunjung menyebutnya mesjid 1000 tiang.
Tertarik untuk membilang tiang-tiang tersebut? Datanglah ke Jambi! (travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Kubu PB XIV Purbaya Protes Keras ke Menbud Fadli Zon sampai Naik ke Panggung
DPR Beberkan Biang Keladi Harga Tiket Pesawat Domestik di Indonesia Mahal
Penunjukan Tedjowulan Diprotes Kubu PB XIV Purbaya, Apa Kata Fadli Zon?