Β
Deburan ombak memanggil di pagi hari, semilir sejuk angin pantai menyapaku, lewat jendela aku coba untuk mengintip sang surya yang tak kunjung terbit. Waktu menunjukan jam 5.45 wib, terlihat beberapa surfer sudah mengangkat papan surfing dan bersiap menantang ombak.
Β
Dengan harap - harap cemas, aku mulai beranjak dari tempat tidur dan mencari tempat penyewaan papan surfing, kemudian sambil mengambil beberapa foto para surfer aku memperhatikan cara mereka masuk ke point break sampai cara mereka mengambil ombak, akhirnya aku menemukan spot yang tepat sesuai dengan kemampuanku.
Β
Akhirnya dengan kebulatan tekad untuk mempopulerkan olah raga surfing dikalangan wanita dan orang yang takut dengan air, yang merupakan tujuan utama dari ikut progam ACI yang diselenggarakan detik.com, aku pun mulai meluncur diatas papan.
Β
Yang aku khawatirkan ternyata tidak kejadian yaitu tidak bisa mencapai point break, aku berhasil mengayuh papan hampir menuju spot yang sudah aku tentukan sewaktu masih didarat dengan memperhatikan patokan karang yang ada disamping kiri, tapi alangkah terkejutnya aku ketika set besar datang ke arahku yang belum siap diposisi, alhasil mau tidak mau aku harus ambil ombak itu, baru saja aku melepaskan tangan dari papan tapi ombak menjadi barrel dan akhirnya aku tergulung ombak. Lumayan menguras adrenalin saat itu.
Β
Aku tidak mau menyerah sampai disitu, aku kembali ke point break tapi malang, ombak besar datang bertubi - tubi akhirnya aku mendapat satu ombak yang menurut orang Nias termasuk paling kecil, tapi setidaknya aku pernah mencoba. Memang kemampuanku di ombak besar belum cukup, dan minim pengalaman. Maklum aku belajar surfing baru 9 bulan ke belakang. Tapi itu tidak menyurutkanku untuk surfing disini.
Β
Ada kebanggaan tersendiri, karena selain aku seorang wanita dan memang saat itu (06/10) akulah surfer wanita satu - satunya yang surfing, aku berhasil mengalahkan rasa takut, walaupun surfingnya sendiri boleh dibilang belum berhasil. Butuh waktu dan pengalaman untuk bisa surfing di Nias. Tapi alangkah baiknya mencoba terlebih dahulu. Dulu aku takut air dan ga bisa berenang tapi semua itu bisa diatasi asal ada kemauan yang kuat. Surfing bukan olah raga milik kaum laki - laki, wanita juga bisa, kuncinya jangan takut dan berani mencoba.
Β
Aku pasti akan datang lagi ke Nias selain tempatnya tenang dan ombaknya bagus, orangnya juga cukup ramah, tidak seperti yang aku dengar selama ini, kalau orang Nias tidak bisa menerima orang luar, buktinya aku baik - baik saja dan mereka ramah - ramah. Mungkin aku akan datang saat low season biar tidak terlalu rame dan mungkin aku akan menghabiskan waktu sebulan disini untuk bisa bersahabat dengan ombak Nias. [Ida] (travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Bukan Hanya Wisatawan, Menkes Juga Merasa Berat Bayar Tiket Pesawat