Apa yang terlintas dipikiran Anda ketika saya berbicara tentang Suku Dayak?
Banyak cerita menyeramkan tentang suku ini. Mulai dari alat pembunuh kilat tanpa jejak milik mereka yang disebut sumpit, sampai atribut tubuh seperti daun telinga panjang menjuntai dan rajahan tato di punggung tangan.
Saya sendiri sedikit tegang menyiapkan mental sebelum menghadapi suku ini. Sampai akhirnya saya berkenalan dengan pemandu lokal wisata hutan Kalimantan yang berdarah Dayak Kenyah asli. Mereka adalah Pak Kahang, Pak Atim, dan Pak Ibut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya banyak berbincang dengan Pak Atim. Beliau berusia 32 tahun, sudah menikah, dan belum memili keturunan. Beliau tidak suka dianggap sebagai orang Dayak. "Saya orang Kenyah! Saya tidak punya tato dan kuping saya tidak panjang," guraunya. Nama beliau tidak berasal dari nama Dayak. Atim adalah singkatan dari Angkatan Tentara Indonesia - Malaysia. Shakespeare patut menarik ucapannya tentang apalah arti sebuah nama, karena Pak Atim dinamakan seperti itu sebagai doa orang tuanya agar si anak bisa tangguh seperti personil ATIM.
Pak Atim gemar berbagi cerita. Dia menceritakan bagaimana suku Dayak Kenyah mencintai hutannya. Ratusan juta rupiah sudah ditawarkan sebagai dana kompensasi oleh perusahaan yang ingin membabat pohon di hutan mereka, tetapi mereka tetap menolak. Mereka bahkan bisa mengetahui penebangan liar yang terjadi lewat air sungai di hilir. Keahlian khusus suku Dayak Kenyah yang sangat berguna.
Mengenai senjata, Pak Atim berkata, "tidak pernah terlintas dalam pikiran untuk menggunakan sumpit dan mandau. Itu cuma bagian dari peninggalan nenek moyang yang harus kami jaga dan lestarikan. Sumpit hanya dipertandingkan di Irau (pesta adat masyarakat Suku Dayak) setahun sekali. Mandau juga hanya dipakai untuk menari."
Keahlian lain yang dimiliki suku Dayak Kenyah adalah bertahan di hutan. Hutan Kalimantan menyediakan ikan lezat dan buah durian yang tidak pernah habis dimakan. Saya diajarkan membuat sup ikan terjun dengan "menerjunkan" ikan-ikan segar hasil ngepung di sungai ke dalam air yang telah mendidih di atas tungku. Perihal merebut durian, silahkan pukul ringan tangan orang yang sedang memegang durian. Durian akan dijatuhkan dan saatnya merebut durian yang sudah lepas. Bukan keahlian sembarangan. Keahlian komunikasi verbal berpadu guyonan segar yang melunturkan gambaran umum tentang suku Dayak. Mereka jauh dari kesan seram. Mereka penyayang dan menyenangkan. Salam Aku Cinta Indonesia!











































Komentar Terbanyak
Ketika Ijazah Wakil Presiden Indonesia Dipajang Abadi di Kampus Top Belanda
Viral, Turis Indonesia Diduga Beri Makan Plastik ke Rusa di Nara Park
Liburan di Bali, Turis China Kehilangan Perhiasan Senilai Rp 178 Jutaan