Sulawesi Tengah yang Dimanja Alam
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Radinka Rianda Qiera|6210|SULTENG|33

Sulawesi Tengah yang Dimanja Alam

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Jumat, 06 Mei 2011 13:30 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
kopra
rumput laut
Sulawesi Tengah yang Dimanja Alam
Sulawesi Tengah yang Dimanja Alam
Jakarta -

Sulawesi Tengah memiliki kontur yang beragam, terlihat danau, pesisir pantai, deretan pegunungan, kepulauan, perbukitan, lembah dan area bawah laut yang menakjubkan. Sehingga jika dilihat dari sudut mata burung, Sulawesi Tengah sangat indah dan memesona.

Seluruh kekayaan alam ini juga didukung dengan minyak dangas bumi yang terkandung di dalamnya. Perkebunan, peternakan, dan perikanan juga sangat subur sehingga menjadi sumber penghasilan utama masyarakat Sulawesi Tengah. Namun segala kekayaan alamnya tidak membuat kualitas hidup masyarakat provinsi ini menjadi baik. Berdasarkan kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal bahwa selain Kota Palu terdapat sembilan kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah dalam kategori daerah terbelakang.

Masyarakatnya cenderung lebih mementingkan bercocok tanam dibanding aktifitas lainnya. Pendidikan pun dinomor duakan seolah doktrinasi masyarakat Sulawesi Tengah dari sejak dahulu kala menunjukkan bahwa pertanian, perkebunan dan perikananlah sumber pencaharian utama. "Saat saya biayai kamu kuliah 4 tahun saya harus keluar uang, sedangkan kalau kamu tidak kuliah dalam 4 tahun bercocok tanam kebun kita sudah pasti besar dan panen raya" ujar Pak Anis yang menirukan kata-kata ssalah eorang ayah kepada anaknya di Sulawesi Tengah ini. Pak Anis yang bekerja di Dinas Perhubungan ini juga mengatakan sedikit demi sedikit mungkin sekarang sudah banyak pola pikir masyarakat yang berubah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara ini masyarakat masih berpikir dengan moto "hidup untuk hari ini" sehingga jarang yang menabung maupun memikirkan kemaslahatan mereka secara jangka panjang. Dalam sehari mereka cukup makan dengan ikan yang ditangkap sendiri dan hasil kebun yang tinggal dipetik.

Sedangkan sektor lain seperti pariwisata yang jelas bisa sangat menghasilkan kurang begitu diminati. Masyarakat cenderung tidak memperdulikan objek-objek wisata yang ada. Seperti di Kepulauan Togian yang sempat saya kunjungi pada Oktober 2010 ini, hampir 80% isinya adalah turis asing. Merekapun mencapai daerah itu dengan sulit karena infrastrukturnya tidak tersedia dengan baik.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads