Bermain-main ke pelabuhan Tobelo sangat menarik. Berjumpa orang-orang di pelabuhan yang gaya bicaranya keras namun hatinya tulus. Pelabuhan yang ramai saat pagi hingga sore ini menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang akan berangkat dengan kapal menuju Manado, Morotai, dan tempat-tempat lainnya.
Suasana di pelabuhan Tobelo juga menarik untuk diperhatikan. Masih ada kapal kayu pengangkut pala, kopra, beras dan bahan pokok lainnya bongkar muat disini. Kuli pelabuhan dengan ototnya yang kekar dengan entengnya memindahkan karung-karung kopra dari kapal ke dalam truk.
Gudang kopra tua di pinggir jalan pelabuhan milik orang Filipina juga masih sibuk memasukkan stok kopra yang diangkut dengan truk . Truk tersebut datang dari arah pelabuhan.Β
Di pinggir jalan pelabuhan banyak terdapat warung kaki lima. Mulai dari penjual minuman ringan, rokok, hingga nasi jaha. Namun warung-warung ini tidak akan bertahan lama di pinggir jalan pelabuhan Tobelo karena sebentar lagi pelabuhan tersebut akan diperbesar dan jalan menuju ke pelabuhan akan dilebarkan.
Satu hal yang membuat saya terkejut, angkutan umum disini 'terlalu' beragam. Disini saya menyaksikan sendiri Kijang Innova dijadikan angkutan umum. Mobil kecil berpenumpang 4 seperti Yaris dan Jazz juga ada yang dijadikan angkutan umum, dengan plat berwarna kuning tentunya. Ough...
Kehidupan di sekitar pelabuhan Tobelo memang unik. Walaupun di sekitar pelabuhan banyak bangunan tua, tapi tingkah laku dan pola hidup masyarakat disana yang membuat hitam putih kota tua pelabuhan menjadi berwarna.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru