Jakarta - Ada cerita dari nenek moyang penduduk di Desa Saleman dan Desa Sawai bahwa di Goa yang terletak di tebing di pinggir laut terdapat burung pembawa sagu. Burung-burung ini membawa sagu yang penduduk sekitar hanya tinggal mengambil saja sagu tersebut dari bawah goa.
Waktu berlalu, orang-orang yang beritikad tidak baik mulai melempari burung-burung di goa tersebut agar mendapatkan banyak sagu. Tapi apa yang didapat, Burung pembawa sagu itu pun pergi. Penduduk pun harus bersusah payah untuk mendapatkan sagu kembali. Seakan memberi pelajaran kepada penduduk sekitar akibat perbuatan jahat dan serakah mereka.
Sekarang, penduduk setempat memberi nama Goa dan tebing tersebut dengan nama Hatu Sukun. Bekas-bekas sagu pun masih terlihat jelas menempel di tebing layaknya stalagtit. Menggantung menghadap laut.
Nico Wijaya|10980|MALUKU 1|31
Burung Pembawa Sagu di Hatu Sukun
Selasa, 22 Feb 2011 13:19 WIB
Nico Wijaya












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru