Meningkatkan Kualitas Hidup Desa dengan Pariwisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Terryna Padmi Tunjungsari|50863|SULTRA|35

Meningkatkan Kualitas Hidup Desa dengan Pariwisata

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Kamis, 03 Mar 2011 11:09 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Desa Furake
Meningkatkan Kualitas Hidup Desa dengan Pariwisata
Jakarta - Sejak ditetapkan sebagai wilayah taman nasional di tahun 1996, Wakatobi terus menggeliat sebagai salah satu tempat pariwisata. Ditambah lagi dengan kehadiran Operation Wallacea dan beberapa institusi international yang fokus pada konservasi terumbu karang dan biota lautnya. Wajar apabila akhirnya sektor industri kelautan dan pariwisata berjalan berdampingan di daerah ini.

Masyarakat lokal Wakatobi pun mendapat dampak langsung dari tumbuhnya kedua sektor ini. Meskipun berfungsi sebagai taman nasional, namun kegiatan perikanan tetap ada. Hal ini dimungkinkan karena adanya penetapan area khusus memancing dan tetap melindungi kawasan sisanya. Pentingnya menjaga kualitas terumbu karang disadari betul oleh para nelayan. Bahkan di Pulau Tomia, sudah ada asosiasi nelayan yang secara sengaja meninggalkan daerah ikan muda atau berukuran kecil. "Ibaratnya kita hanya mengambil bunga dan membiarkan dana pokoknya. Dengan begitu tabungan kami selalu ada". Begitu pesan yang diucapkan Pak Armin, salah satu tokoh utama asosiasi nelayan Tomia. Konsep sederhana namun sangat aplikatif.

Begitu pula dengan sektor pariwisata. Saat ini ada sekitar 3 dive centre yang aktif berbisnis disini. Ditambah dengan resor dan puluhan cottage dan homestay di daerah ini. Di bulan Juli-Agustus, kunjungan tamu bisa berkisar sampai ratusan orang. Baik yang bersifat rekreasional ataupun dengan tujuan penelitian. Selain turut membantu kesadaran konservasi mereka juga menjadi sumber pemasukan bagi warga di area ini. Lebih jauh lagi, Wakatobi Dive Resort memiliki program subsidi bagi desa nelayan untuk menambah penghasilan mereka. Pak Lorenz, pemilik resor ini, bahkan menyediakan listrik gratis bagi Desa Lamanggau, sebagai sesama pemukim Pulau Onemobaa. Luar biasa mengingat ada sekitar 223 KK yang hidup di desa ini dan mereka semua bisa mendapat listrik 12 jam full setiap harinya. Sementara kami yang menginap di Pulau Tomia, seberang P. Onemobaa, harus bergiliran menyalakan lampu selama 24-28 Oktober 2010 kemarin.

Contoh lainnya adalah Gerakan menyekolahkan anak yang dilakukan oleh Ibu Girce, pemilik salah satu penginapan di Pulau Hoga. Beliau mengusahakan agar anak-anak usia sekolah SD sampai SMP di Desa Furake bisa diterima di sekolah. Bahkan beliau juga menyediakan satu kapal khusus untuk menyeberangi Kaledupa - Hoga setiap hari sekolah.Β 

Tepat kiranya kalau Wakatobi dijadikan sebagai salah satu maritime excellent centre. Terbukti selama ini mereka mampu menggerakkan kedua sektor penting, perikanan dan pariwisata, untuk sebaik-baiknya digunakan untuk kepentingan warganya.Β 

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads