F1 Taxi Driver

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Muhammad Lukman Hakim|1885|NTT 1|24

F1 Taxi Driver

Redaksi Detik Travel - detikTravel
Rabu, 08 Des 2010 20:08 WIB
loading...
Redaksi Detik Travel
Jakarta -



Terkadang anak muda adalah suka bangun kesiangan. Dan hal itu yang terjadi pada kami beberapa saat yang lalu ketika masih berada di Hotel Grand Kemang. Keasyikan berkumpul dengan teman - teman sesama petualang ACI semalam, membuat lupa akan waktu. Karena malam sebelum keberangkatan, kami merayakan ulang tahunnya Better, salah seorang petualang ACI yang telah mudik dari perjalanan. Berbagi cerita tentang perjalanan ACI yang telah dilaluinya, membuat kami bersemangat untuk mendengarkan.

Tidak sadar, waktu telah menunjukkan pukul 1 dini hari. Dan akhirnya kami kembali ke kamar masing masing. Sesampai di dalam kamar pun, kami masih disibukkan dengan harus re-packing barang-barang untuk perjalanan besok. Karena setelah mendapatkan tas punggung dari Consina, dan beberapa barang dari sponsor seperti: Kacamata Oakley yang bisa difungsikan sebagai USB, chasing kacamata yang bisa difungsikan sebagai speaker, handphone dari Nexian yang telah berisi kartu perdana XL, sepasang sandal gunung dan beberapa lembar kaos yang cukup keren dari Nexian, Ganti Baju.com, XL dan tentunya dari Detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seusai menata ulang barang-barang dalam tas, kami pun tidak bisa tidur. Antara lelah dan semangat untuk memulai perjalanan membuat mata kami tidak bisa memejamkan mata. Namun, kondisi badan tidak bisa berkompromi untuk meminta jatah istirahat. Tanpa sadar pun kami terlelap diatas empuknya kasur dan sejuknya pendingin ruangan dalam kamar.

Pukul 5.35 pagi kami terbangun, padahal jadwal keberangkatan pesawat adalah pukul 6.30 pagi. Tanpa mandi dan cuci muka, kami segera bergegas untuk mengambil barang-barang dan berlari ke depan pintu masuk hotel untuk mencegat taxi. Jam tangan Utine telah menunjukkan pukul 5.45. Kami pikir bahwa sudah pasti terlambat untuk tiba di Bandara Sukarno Hatta. Dan sepertinya sopir taxi merasakan kegelisahan penumpangnya.

Taxi melaju dengan kencang melintasi jalanan kota Jakarta yang sudah mulai beraktifitas. Untungnya jalanan masih sedikit lenggang, walaupun hari ini adalah hari Senin. Memasuki jalan bebas hambatan, sopir taxi menancapkan gasnya hingga kecepatan 180 km/jam. Melakukan manuver - manuver salip menyalip layaknya seorang pembalap F1 membuat kami merasakan naiknya adrenalin. Memasuki pintu masuk Bandara Sukarno Hatta, sudah terlihat kerumunan mobil - mobil yang menyemut hingga 0,5 kilometer. "Sang pembalap" mengambil inisiatif untuk mengambil jalur lain, jalur yang mengarah ke perkantoran bandara. Dan ternyata jalur ini bisa memberikan jalan pintas buat kami untuk tiba di pintu keberangkatan no 1.

Pukul 6.15 kami sudah tiba di bandara. Ini adalah sebuah fastest lap, karena hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk mencapai garis finish kami, yaitu Bandara Sukarno Hatta. Kegelisahan kami akhirnya hilang setelah berada di depan konter check-in, dan ternyata masih bisa untuk mengejar pesawat kami yang menuju kota Maumere. NTT, kami datang!

(travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads