Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Mei 2021 22:31 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Merayakan Lebaran dalam Kesederhanaan di Old Town Stirling

Ridha Khairina
d'Traveler
Kota tua Stirling di Scotland United Kingdom saat musim semi
Kota tua Stirling di Scotland United Kingdom saat musim semi
Stirling Castle salah satu kastil paling penting dalam sejarah Scotland
Stirling Castle salah satu kastil paling penting dalam sejarah Scotland
Para pelajar Indonesia dan Malaysia makan bersama usai menunaikan salat Idul Fitri
Para pelajar Indonesia dan Malaysia makan bersama usai menunaikan salat Idul Fitri
Pelajar dari Scotland turut bersilaturahmi di hari Lebaran
Pelajar dari Scotland turut bersilaturahmi di hari Lebaran
Lamb Tikka Masala dan Naan Bread yang diberikan gratis oleh restoran Pakistan untuk buka puasa
Lamb Tikka Masala dan Naan Bread yang diberikan gratis oleh restoran Pakistan untuk buka puasa
Toko bahan makanan halal di Kota Stirling
Toko bahan makanan halal di Kota Stirling
Youth Hostel Stirling dibangun di atas lahan bekas gereja
Youth Hostel Stirling dibangun di atas lahan bekas gereja
Stirling Highland Hotel menjulang di St John Street sejak 1854
Stirling Highland Hotel menjulang di St John Street sejak 1854
Sebuah bangunan unik khas English Country House dengan Tudor Style yang menawan
Sebuah bangunan unik khas English Country House dengan Tudor Style yang menawan
Baker Street di kota tua Stirling
Baker Street di kota tua Stirling
detikTravel Community -

Merayakan Hari Raya Idul Fitri di negeri yang masyarakatnya bukan mayoritas Islam tentu memiliki tantangan, sekaligus juga hikmah tersendiri. Tak banyak umat muslim yang tinggal di Stirling, sebuah kota kecil dengan bangunan tua dan pemandangan alam menakjubkan di wilayah tengah Scotland, United Kingdom.

Masjid pun hanya ada satu di kota tersebut. Sehingga ketika Idul Fitri tiba, kehidupan kota berjalan seperti biasa, tidak semarak seperti nuansa khas Idul Fitri di Indonesia yang diselimuti gema takbir di mana-mana.

Bahkan pada tahun 2020 lalu, di mana pemerintah Inggris masih memberlakukan lockdown, umat Islam hanya dapat melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing, karena masjid ditutup untuk menghindari penyebaran Covid-19, sebagaimana anjuran dari The Muslim Council of Britain, organisasi muslim di Great Britain.

Namun para pelajar Indonesia di Stirling punya cara tersendiri untuk merayakan Idul Fitri meski dalam kesederhanaan. Kebetulan di hari terakhir Ramadhan Nawab Restaurant, sebuah restoran milik warga Pakistan memberikan masakan khasnya yang spicy dan lezat, yaitu Lamb Tikka Masala dan Naan Bread untuk berbuka puasa, dalam porsi yang sangat banyak.

Sehingga dapat disantap sebagai menu lebaran pengganti ketupat dan opor ayam. Selain itu student Indonesia juga memanggang lamb yang dibeli di toko makanan halal, serta melengkapinya dengan kue bikinan sendiri, pizza instan, cup cake, buah-buahan, dan Indomie kebanggaan Indonesia yang dijual di supermarket lokal. Old Town Stirling Walau kota Stirling saat itu sedang lockdown, namun warga masih diperbolehkan untuk berjalan-jalan atau melakukan exercise di area terbuka. Kesempatan itu dimanfaatkan pelajar Indonesia untuk berkeliling old town Stirling di hari lebaran.

Dimulai dari Stirling Castle yang menurut stirlingcastle.scot telah eksis sejak abad ke 12. Stirling Castle pernah menjadi istana kerajaan tempat tinggal raja dan ratu Scotland. Mary, Queen of Scots bahkan menjalani upacara pemahkotaan di castle ini. Setelahnya, Stirling Castle kemudian dijadikan benteng pertahanan militer Scotland. Namun saat ini Stirling Castle hanya difungsikan sebagai museum untuk dikunjungi wisatawan.

Keluar dari area Stirling Castle kita bisa menyusuri trotoar di sisi kanan jalan sampai bertemu St John Street. Jalan ini memiliki kontur menurun karena Stirling Castle berada tepat di puncak bukit.

Di sepanjang jalan berbatu ini kita bisa melihat Church of the Holy Rude, gereja yang telah melayani jemaat sejak abad ke 15 dan pernah menjadi tempat pemahkotaan James VI, putra dari Mary, Queen of Scots pada tahun 1567. Hebatnya, gereja ini masih beroperasi sampai sekarang.

Turun lagi ke bawah adalah Stirling Youth Hostel. Menurut stirling.gov.uk, di area hostel yang terlihat angker ini dulunya adalah gereja yang dibangun pendeta Ebenezer Erskine tahun 1740.

Gereja tersebut lalu diganti dengan bangunan baru pada tahun 1825. Sayangnya beberapa waktu kemudian gereja tersebut terbakar, hingga akhirnya Stirling Youth Hostel berdiri di atas tapak gereja tersebut.

Tak jauh dari situ, ada pula The Stirling Highland Hotel. Gedung bergaya arsitektur Victorian yang sekarang difungsikan sebagai hotel bintang 4 ini awalnya adalah sekolah menengah yang dibangun sejak 1854.

Bangunan 4 lantai tersebut berada di tanah yang miring, hingga menambah kesan gagah dan klasik. Dari trotoar jalan di depan The Stirling Highland Hotel kita bisa menyeberang ke Baker Street melalui Bank Street.

Di belokan tersebut terdapat sebuah bangunan English Country House dengan arsitektur Tudor Style yang mulai populer pada abad pertengahan. Ciri khasnya yaitu adanya kerangka kayu yang disusun tidak hanya untuk struktur tapi juga membentuk dekorasi tertentu di fasad rumah. Sungguh jadul sekaligus mengagumkan.

Terakhir, kita bisa menyusuri Baker Street hingga Kings Street yang di sepanjang jalannya merupakan flat/apartemen, cafe, restoran, dan pertokoan. Semuanya adalah bangunan tua berdinding batu yang seolah melemparkan kita ke masa ratusan tahun lalu.

Dalam suasana kekeluargaan karena sama-sama jauh dari tanah air, sukacita Idul Fitri semakin terasa dengan bergabungnya student dari Malaysia untuk merayakan hari raya bersama dengan pelajar Indonesia.

Ditambah lagi dengan kedatangan student yang merupakan warga asli Scotland untuk bersilaturahmi, membuat semua larut dalam atmosfer kehangatan Idul Fitri yang damai di kota tua Stirling.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA