Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 01 Jul 2021 10:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Sembari Kuliner di Desa Wisata Taman Ingas

Melinda Alifah
d'Traveler
Lambrok atau Saung di Taman Ingas
Lambrok atau Saung di Taman Ingas
Menu Minuman di Taman Ingas
Menu Minuman di Taman Ingas
Menu Makanan Favorit di Taman Ingas
Menu Makanan Favorit di Taman Ingas
Foto Para Pengunjung
Foto Para Pengunjung
Suasana Malam Hari di Taman Ingas
Suasana Malam Hari di Taman Ingas
detikTravel Community -

Taman Ingas merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Taman Ingas sendiri bermula dari keluhan beberapa orang tua di desa Srimartani karena anak-anak mereka tidak belajar karena kegiatan belajar-mengajar dialihkan menjadi daring akibat Covid-19.

Lalu beberapa anak remaja karang taruna berinisiatif untuk membuat lambrok-lambrok kecil yang nantinya akan digunakan sebagai tempat anak-anak desa Srimartani belajar daring. Lurah setempat melihat potensi yang dapat dikembangkan dan menyarankan tempat tersebut dijadikan sebuah taman sebagai destinasi wisata.

Taman Ingas sendiri dikelola langsung oleh pihak desa Srimartani dan dibantu oleh remaja karangtaruna setempat, mulai dari pembangunan, hingga pengembangan Taman Ingas . Akhirnya tepat pada Oktober 2020 lalu, desa wisata tersebut diresmikan dan nama Taman Ingas yang diusulkan oleh Lurah serta tokoh- tokoh yang ada di desa Srimartani.

Taman Ingas menawarkan destinasi wisata bernuansa alam dan pedesaan yang dimana pengunjung akan disuguhkan dengan nuansa pedesaan yang cukup terasa keasriannya. Sehingga tidak jarang banyak pengunjung yang pergi ke Taman Ingas hanya untuk mencari angin segar di desa yang tidak bisa didapatkan di daerah kota.

Selain itu, di Taman Ingas juga terdapat beberapa saung atau lambrok yang semula digunakan untuk anak-anak belajar daring menjadi tempat peristirahatan bagi pengunjung. Pengunjung juga dapat memesan makanan maupun minuman yang dijual oleh masyarakat desa itu sendiri.

Harganya pun relatif murah dari harga Rp 1.000 sampai yang paling mahal Rp 17.000. Murah bukan?

BERITA TERKAIT
BACA JUGA