Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 18 Jul 2021 11:41 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ini Lho Konservasi Beruang Madu Indonesia, Kamu Bisa Adopsi Juga

Rizna Feramerina
d'Traveler
Pintu masuk KWPLH Balikpapan
Pintu masuk KWPLH Balikpapan
Beruang madu saat diberi makan
Beruang madu saat diberi makan
Terdapat setidaknya enam ekor beruang madu yang dikonservasi di KWPLH
Terdapat setidaknya enam ekor beruang madu yang dikonservasi di KWPLH
Kucing dan anjing juga menjadi hewan yang dipelihara di KWPLH
Kucing dan anjing juga menjadi hewan yang dipelihara di KWPLH
Para wisatawan pun dapat mengadopsi kucing dan anjing di KWPLH
Para wisatawan pun dapat mengadopsi kucing dan anjing di KWPLH
detikTravel Community -

Konservasi yang satu ini sungguh jarang diketahui. Selain merawat beruang, wisatawan juga boleh mengadopsinya!

Balikpapan dikenal sebagai kota industri dengan daya tarik wisata. Sebagian besar, tempat wisata yang bisa dikunjungi adalah pantai.

Namun, ternyata di Balikpapan terdapat tempat wisata buatan dengan nuansa alam terbuka, yaitu Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH). Wisatawan memerlukan waktu sekitar 1 jam dari pusat kota untuk berkunjung ke KWPLH, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Jika menggunakan angkutan umum, wisatawan perlu berganti angkutan umum untuk bisa mencapai KWPLH. Dari jalan poros Balikpapan-Samarinda, kalian membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di depan pintu masuk KWPLH. Namun sayang, jalanan di sana sedikit rusak sehingga pengendara terutama roda dua perlu lebih hati-hati agar tidak tergelincir, apalagi ketika hujan mengguyur.

Sesampainya di pintu masuk, wisatawan langsung disambut patung raksasa beruang madu. Lahan parkir yang sangat luas memudahkan wisatawan terutama yang menggunakan bus pariwisata. Di dalamnya, terdapat rumah lamin khas Kaltim yang sering dijadikan wadah gathering.

Selain itu, ada enklosur beruang madu, enklosur kucing dan anjing serta labirin yang berisi informasi mengenai beruang madu maupun KWPLH. Enklosur beruang madu seluas 1,3 hektare tersebut menampung enam ekor beruang madu khas Kalimantan.

Wisatawan tidak perlu khawatir, sebab enklosur ini dikelilingi oleh pagar listrik tenaga surya.

"Sifat listrik ini hanya untuk mengejutkan biar mereka (beruang madu) tidak manjat. Karena mereka pemanjat yang ulung," kata Mulyana, Supervisor Pendidikan Lingkungan Hidup KWPLH.

Ketika wisatawan ingin melihat beruang madu, disarankan datang pada jam makannya yaitu di jam 9 pagi dan jam 3 sore. Wisatawan dilarang untuk berisik ketika berada di dekat enklosur.

Sebab beruang madu memiliki sifat yang sensitif dan pemalu. Jadi, bisa saja beruang madu pergi dan wisawatan gagal melihat spesies beruang terkecil di dunia ini.

Tidak hanya beruang madu, di KWPLH juga terdapat 108 ekor kucing dan 22 ekor anjing yang bisa diadopsi. Kucing-kucing tersebut dirawat dalam kandang yang cukup besar berukuran 7x4 meter.

Beberapa lainnya di tempatkan di kandang berukuran 5x3 meter karena belum menerima vaksin rabies dan kelengkapan obat lainnya. Sementara untuk anjing ditempatkan di rumah-rumah berukuran 3x3 meter. Satu wadah ini diisi satu ekor anjing.

Untuk mengadopsi anjing dan kucing di sana, wisatawan perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 300 ribu sebagai uang ganti perawatan. Di sisi lain, terdapat sejumlah persyaratan yang harus disanggupi oleh pengadopsi seperti bersedia tidak pindah keluar kota dan merupakan seseorang yang menyayangi binatang. Tidak hanya kucing dan anjing, rupanya beruang madu di KWPLH bisa diadopsi.

"Perorangan atau instansi bisa adopsi beruang madu maupun kucing dan anjing di sini," ungkap Mulyana.

Khusus untuk beruang madu, pengadopsi terlebih dahulu harus mengisi lembar kesepakatan untuk bisa memenuhi kebutuhan beruang madu selama satu tahun, dengan catatan, beruang madu tetap berada di KWPLH. Pengadopsi pun dibebaskan mau mengadopsi beruang madu yang mana.

Saat ini terdapat 6 ekor beruang madu yang dirawat KWPLH dan baru dua ekor yang diadopsi oleh dua instansi berbeda. Namun rupanya, pembiayaan beruang madu dan hewan lainnya di sana mengalami kendala selama pandemi covid-19.

Dalam setahun, dibutuhkan Rp 60 juta untuk satu ekor beruang madu. Untuk itu, bagi wisawatan yang ingin memberikan donasi, bisa dengan berkunjung ke KWPLH atau dengan membeli souvenir yang ditawarkan.

"Souvenirnya ada kaos, buku beruang, buku aktivitas, buku kucing, gelang anak, masker dan lain-lain. Baju anak Rp 80 ribu, kaos dewasa Rp 110. Tergantung desain dan ukuran," ujar Mulyana.

Yang menarik, KWPLH tidak mematok harga tiket masuk. Wisatawan hanya perlu membayar sukarela ketika berkunjung ke sini. Donasi sukarela ini bertujuan untuk perawatan beruang madu dan juga hewan lainnya.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA