Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 18 Jul 2021 18:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menyambangi Curug Seribu, Permata di TN Gunung Halimun Salak

juik furqan
d'Traveler
Foto: detik
Foto: detik
Foto: detik
Foto: detik
melepas lelah perjalanan dengan menikmati sejuknya aliran sungai Curug Seribu
melepas lelah perjalanan dengan menikmati sejuknya aliran sungai Curug Seribu
pengunjung sedang berenang menikmati sejuknya sungai
pengunjung sedang berenang menikmati sejuknya sungai
keindahan Curug Seribu yang tersembunyi dibalik pepohonan.
keindahan Curug Seribu yang tersembunyi dibalik pepohonan.
Pemandangan indah dan alami sepanjang perjalanan menuju lokasi curug
Pemandangan indah dan alami sepanjang perjalanan menuju lokasi curug
detikTravel Community -

Curug Seribu merupakan salah satu dari sekian banyak air terjun atau curug yang terdapat di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Taman Nasional Gunung Halimun Salak merupakan kawasan penting karena menjadi wilayah tangkapan air di daerah sekitarnya. Oleh karena itu di Taman Nasional Gunung Halimun Salak terdapat banyak curug atau air terjun di dalam.

Salah satunya adalah Curug Seribu. Untuk mencapai Curug Seribu tidak lah mudah. Pengunjung harus trekking atau berjalan kaki selama kurang lebih 45 menit dan jalurnya cukup menanjak.

Namun, sepanjang perjalanan pengunjung bisa menikmati panorama alam yang sangat indah dan asri. Begitu sampai di lokasi, lelah akan segera terbayar dengan keindahan curug ini.

Begitu sampai lokasi, pengunjung akan disambut dengan gemuruh dan percikan air terjun ini. Curug Seribu ini memiliki ketinggian sekitar 100 meter sehingga menciptakan gemuruh dan percikan airnya membuat seluruh kawasan ini tetap lembab.

Tak heran jika seluruh kawasan ini masih sangat hijau dan asri. Pengunjung sangat dilarang untuk berenang terlalu dekat dengan air terjun karena sangat berbahaya.

Namun tidak perlu khawatir, karena pengunjung bisa berenang di aliran sungainya. Aliran sungai yang segar dan dingin membayar kelelahan untuk mencapai lokasi ini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA