Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 27 Agu 2021 13:10 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Masjid Cheng Hoo, Masjid Unik dengan Sentuhan Corak Tionghoa

gema bayu
d'Traveler
Masjid Muhammad Cheng Hoo berada persis di samping jalan
Masjid Muhammad Cheng Hoo berada persis di samping jalan
Nuansa budaya tionghoa mempercantik bangunan masjid
Nuansa budaya tionghoa mempercantik bangunan masjid
Pendiri masjid ini tergabung dalam PITI yaitu Persatuan Islam Tinghoa Indonesia
Pendiri masjid ini tergabung dalam PITI yaitu Persatuan Islam Tinghoa Indonesia
Masjid ini jadi tempat wisata religi di Purbalingga
Masjid ini jadi tempat wisata religi di Purbalingga
Kaligrafi dan aksara mandarin menghiasi di setiap sudut masjid ini
Kaligrafi dan aksara mandarin menghiasi di setiap sudut masjid ini
detikTravel Community -

Tak seperti kebanyakan masjid di Indonesia, masjid di Purbalingga terbilang unik karena menyerupai sebuah klenteng. Penasaran? Masjid unik ini persis berada di samping jalan, sekilas orang yang lewat mengira bangunan ini adalah sebuah klenteng karena warnanya yang merah cerah dengan dihiasi ornamen budaya Tionghoa yang megah.

Masjid ini bernama Masjid Jami PITI Muhammad Cheng Hoo yang lokasinya berada di JL. Purbalingga Bobotsari Desa Selaganggeng, Kec. Mrebet, Kab. Purbalingga, Jawa Tengah.

Penamaan Muhammad Cheng hoo terinspirasi dari saudagar muslim Tionghoa yang pada zaman dahulu sering berlabuh di beberapa tempat di Indonesia untuk berdagang dan menyebarkan agama Islam.

Penamaan PITI diambil dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia yang merupakan organisasi Islam Tionghoa-Indonesia dimana pendiri masjid ini tergabung di dalamnya dan merupakan seorang mualaf keturunan Tionghoa.

Pendiri masjid ini bernama Heri Susatyo, tak lama menjadi seorang mualaf beliau mulai mendirikan masjid ini pada tahun 2004 dan baru selesai pada tahun 2011 karena terdapat beberapa kendala.

Masjid dengan sentuhan budaya Tionghoa ini menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung, jadi selain datang untung beribadah juga dapat berwisata melihat keunikan bangunan masjid ini.

Biasanya pengunjung yang mampir ke masjid ini adalah pemudik yang hendak solat dan beristirahat sejenak, karena Jalan Purbalingga Bobotsari merupakan akses yang banyak dilalui pemudik yang ingin ke Jawa Timur.

Saat hendak masuk masjid, area parkir cukup luas dengan ditambah adanya beberapa pedagang menjajakan makanan dan minuman. Melihat lebih dekat ke masjid ini kita dapat melihat atap masjid yang bertingkat dengan didominasi warna merah, putih dan hijau tua.

Tampak depan adanya tulisan Masjid Muhammad Cheng Hoo dengan aksara mandarin dan ditambah beberapa lampion berwarna merah. Saat memasuki masjid tetap dengan gayanya yang orientalis yang memadukan budaya tionghoa dan beberapa kaligrafi.

Di atap masjid bertuliskan lafaz Allah yang berwarna merah dan kuning. Masjid dengan corak budaya Tionghoa ini jarang ditemui di Indonesia, kalau kita telaah masjid ini juga jadi cerminan bahwa sebuah budaya dan agama dapat bersatu tanpa harus menghilangkan identitas masing-masing.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA