Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 23 Okt 2021 12:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menapaki Pesona Candi Cetho di Kaki Gunung Lawu

Asih Ati
d'Traveler
Gapura kembar penyambut tamu Candi Cetho, Tawangmangu
Gapura kembar penyambut tamu Candi Cetho, Tawangmangu
detikTravel Community -

Tak hanya Borobudur dan prambanan, Jawa tengah pun memiliki banyak candi yang memiliki nilai sejarah Salah satunya adalah situs Candi Cetho.

Berdasarkan relief dan coraknya candi ini memiliki keterkaitan dengan agama Hindu, oleh karenanya, para penganut agama hindu menjadikan candi ini menjadi salah satu tempat beribadah. Candi ini diperkirakan oleh peneliti dibangun pada abad ke 15 - masehi yakni pada masa kerajaan Majapahit.

Candi Cetho sebelumnya telah mengalami beberapa kali renovasi Saat ditemukan, candi ini memiliki 14 tingkat namun setelah direnovasi kini hanya terdiri dari 9 rundak yang bertingkat yang berisi petilasan, arca dan taman-taman. Untuk menuju lokasi Candi Cetho, wisatawan disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi, baik dengan menggunakan mobil atau motor.

Jarak yang ditempuh untuk sampai ke lokasi ini sekitar 3 hingga 4 jam perjalanan dari kota Solo. Namun jika ingin menggunakan transportasi umum, wisatawan bisa menggunakan bus dengan jurusan Solo-Tawangmangu yang bisa dijumpai dari terminal Tirtonadi dan berhenti di terminal Karangpandan, setelah itu dilanjutkan dengan menaiki angkot menuju terminal Kemuning terakhir.

Ketika sampai di terminal Kemuning, wisatawan perlu menaiki ojek dan tak lama akan sampai di lokasi situs Candi Cetho. Perjalanan menggunakan transportasi umum memang cukup rumit karena harus beberapa kali menaiki kendaraan, namun, wisatawan tidak akan merasa kecewa karena Candi ini berada di kaki Gunung Lawu.

Sepanjang jalan menuju candi, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam seperti perkebunan teh, bukit, bahkan, pemandangan air terjun. Untuk harga tiket menuju Candi Cetho ini cukup terjangkau, wisatawan hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp10.000 rupiah saja. Selain itu, wisatawan akan diberikan sebuah kain selendang bercorak kotak-kotak dengan warna hitam putih yang harus digunakan pengunjung selama berada di dalam candi.

Meski candi ini diperuntukkan bagi penganut agama Hindu, namun, para wisatawan muslim tak perlu khawatir karena pengelola telah menyediakan mushalla dan toilet yang terdapat di luar candi yakni sebelum pintu masuk. Selain itu, di kawasan candi ini juga terdapat restoran dan warung-warung yang banyak menjajakan berbagai makanan.

Pengelola pun telah menyediakan lahan parkir yang luas untuk menyimpan kendaraan para wisatawan. Candi Cheto dibuka setiap hari dari pukul 07.00 hingga pukul 17.00, hanya saja sejak adanya pandemi, Candi Cheto ini tutup lebih awal yakni sekitar pukul 15.00.

---

Artikel ini ditulis oleh pembaca detik Travel, Asih Ati. Traveler yang hobi berbagi cerita perjalanan, yuk kirim artikel, foto atau snapshot kepada detikTravel di d'Travelers. Link-nya di sini

BERITA TERKAIT
BACA JUGA