Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Nov 2021 13:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Sensasi Menyeruput Kopi dengan View Tiga Gunung di Tumpeng Menoreh

Rachel
d'Traveler
Kopi susu panas khas Tumpeng Menoreh
Kopi susu panas khas Tumpeng Menoreh
Sisi lain Tumpeng Menoreh
Sisi lain Tumpeng Menoreh
Pemandangan Tiga Gunung yang elegan
Pemandangan Tiga Gunung yang elegan
Tumpeng Coffee menyediakan aneka kopi khas nusantara
Tumpeng Coffee menyediakan aneka kopi khas nusantara
detikTravel Community -

Ngopi dengan lanskap perbukitan Menoreh akan membuat kita melupakan sejenak rutinitas. Tumpeng Menoreh, begitulah nama tempatnya.

Tempat ini termasuk destinasi wisata baru di Magelang, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Ngargoretno, Kecamatan Salam. Hanya butuh waktu satu jam untuk mencapai tempat eksotis ini dari Kota Yogyakarta, namun dibutuhkan fisik kendaraan yang prima karena akan melewati beberapa jalan menanjak di area Kulonprogo.

Saat itu cuaca sedikit gloomy dan benar saja, hujan turun saat saya mengendarai motor ketika sedang melewati Desa Kalibawang, Kulonprogo. Google maps tetap setia menemani perjalanan saya. Beruntung, sinyal masih bersahabat dan tidak membawa saya ke jalan yang salah. Setelah melalui rute naik turun sampai ke Kebun Teh Nglinggo-Tritis, sampai juga saya di Tumpeng Menoreh.

Restoran yang dibangun oleh musisi Erix Soekamti ini sudah viral sejak Mei 2021. Harga tiket masuknya Rp 50 ribu rupiah. Itu sudah termasuk voucher makan minum Rp 25 ribu. Cukup setimpal dengan bonus view apik tiga gunung besar, yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Sindoro.

Letak parkiran motor dan mobil tidak terlalu jauh dari lokasi. Pengunjung harus menaiki beberapa anak tangga untuk mencapainya. Jika tidak kuat, alternatif lain adalah menggunakan "lift" buatan yang akan mengantarkan kita ke resto hanya dalam waktu beberapa detik.

Saya memilih menghirup udara segar sambil menapaki setiap anak tangga dengan santai. Nama "Tumpeng Menoreh" diambil dari bentuk bukit dibalik resto ini yang berbentuk tumpeng. Tempat ini pun buka 24 jam dan pengunjung disuguhi sunrise serta sunset dari ketinggian 950 mdpl.

Panorama alam hijau menambah betapa eksostisnya Tumpeng Menoreh dan dapat dinikmati 360 derajat tanpa penghalang. Udara sejuk dan semilir angin gunung membuat betah berlama-lama duduk di bangunan berbentuk heksagon ini.

Sebagai penggemar kopi, saya langsung mencari menu tersebut. 'Tumpeng Coffee' menyediakan berbagai menu kopi nusantara dengan harga terjangkau mulai dari 15 ribu – 20 ribu rupiah. Saya memesan robusta vietnam drip coffee serta sepiring jajanan pasar dengan beragam jenis.

Jika sangat lapar, pengunjung dapat memesan "makanan berat" seperti ayam madu wijen, ayam bakar, ayam goreng, opor ayam, puyuh rica, perkedel, telur dadar, mangut lele, gorengan, mie ayam bakso, mie ayam, dan lain sebagainya. Selain kopi, minuman lain yang dapat dipesan antara lain teh sangrai, teh rempah, wedang uwuh, dan masih banyak lagi.

Setelah berfoto dan merekam video dari berbagai sudut, saya pun bersantai sejenak sambil menyesap kopi susu vietnam drip. Lanskap hijau perbukitan Menoreh serta gugusan gunung megah mampu menjernihkan pikiran dan menyegarkan mata.

Sayup-sayup terdengar suara alam yang khas yaitu kicauan burung dan nyanyian jangkrik. Ini baru namanya hidden gem, memang benar-benar keindahan tersembunyi di balik kemegahan alam.

---

Artikel ini ditulis oleh pembaca detik Travel, Rachel. Traveler yang hobi berbagi cerita perjalanan, yuk kirim artikel, foto atau snapshot kepada detikTravel di d'Travelers. Link-nya di sini

BERITA TERKAIT
BACA JUGA