Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 04 Apr 2022 22:03 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Budaya Jamasan di Trenggalek, Masih Tradisional Pakai Merang Bakar

Muh Zamzuri
d'Traveler
warga menuju tempat jamasan foto Muhammad Zamzuti
warga menuju tempat jamasan foto Muhammad Zamzuti
warga sedang memanjatkan doa sebelum jamasan Foto Muhammad Zamzuri
warga sedang memanjatkan doa sebelum jamasan Foto Muhammad Zamzuri
ibu ibu sedang menjalankan budaya jamasan Foto Muhammad Zamzuri
ibu ibu sedang menjalankan budaya jamasan Foto Muhammad Zamzuri
prosesi jamasan wisata budaya di Desa Jajar, Trenggalek Foto Muhammad Zamzuri
prosesi jamasan wisata budaya di Desa Jajar, Trenggalek Foto Muhammad Zamzuri
busana jamasan yang sederhana. Foto Muhammad Zamzuri
busana jamasan yang sederhana. Foto Muhammad Zamzuri
detikTravel Community -

Saat bulan suci Ramadhan, setiap daerah punya tradisinya masing-masing. Di Trenggalek, digelar tradisi Jamasan yang masih tradisional menggunakan merang bakar.

Setiap bulan Ramadhan di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Trenggalek memiliki tradisi yang unik. Yaitu Tradisi jamasan, berupa mandi bersama-sama di sumber mata air.

Wisata kebudayaan menjelang bulan suci Ramadhan di Desa Jajar Kecamatan Gandusari ini masih lestari. Pasalnya, ibu-ibu paruh baya begitu bergeliat melestarikan budaya jamasan mandi di sumber mata air Wonotirto yang terletak di desa itu.

Jamilatun, salah satu warga yang mengikuti tradisi jamasan mengatakan bahwa dirinya mengenal budaya jamasan sejak kecil.

"Saya mengikuti jamasan ini sejak kecil, waktu kakek masih hidup. Jamasan ini sebagai bentuk mensucikan badan menjelang bulan ramadhan," kata Jamilatun.

Kendati dalam prosesi wisata kebudayaan jamasan itu bisa dibilang tradisional, karena alat mandi seperti sabun masih menggunakan merang bakar.

"Karena ini budaya leluhur, kami masih tetap mempertahankan nilai-nilainya dan tidak mungkin merubah," kata Jamilatun.

Sementara itu, wisata kebudayaan menjelang ramadhan ini ramai menarik pengunjung, dari kalangan akademisi yang memang kebetulan sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jajar.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA