Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 10 Apr 2022 23:02 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Gunung Kunci Sumedang, Bekas Benteng Belanda yang Bersejarah

gema bayu
d'Traveler
Benteng Belanda Gunung Kunci Sumedang
Benteng Belanda Gunung Kunci Sumedang
detikTravel Community -

Bagi kamu yang ingin tahu banyak tentang sejarah Kota Sumedang, bisa datang ke Gunung Kunci, di sana ada bekas Benteng Belanda yang penuh sejarah. Letak benteng Belanda ini berada di Gunung Kunci yang berada di ketinggian 485-665 mdpl dan lokasinya dekat dengan Pusat Kota Sumedang atau di Kelurahan Kotakulon Kecamatan Sumedang Selatan.

Gunung Kunci ini juga jadi salah satu Tahura (Taman Hutan Raya) dari 34 Tahura yang ada di Indonesia yang diresmikan 10 Agustus 2004, secara singkat Tahura merupakan kawasan yang mengoleksi tumbuhan, satwa, tempat wisata dan pendidikan.

Keberadaan Benteng Belanda di Gunung Kunci menjadikan tempat ini cocok untuk sarana belajar sejarah sekaligus pariwisata. Benteng Belanda ini dibangun pada tahun 1913-1918 untuk pertahanan Belanda pada masa Perang Dunia I.

Dibangun pada masa pemerintahan Bupati Pangeran Aria Soeria Atmadja atau Pangeran Mekah, lokasi benteng yang berada di ketinggian ini berfungsi sebagai pengawas dan memantau pergerakan masyarakat Sumedang apabila tiba-tiba menyerang.

Bentuk Benteng ini memiliki tiga tingkatan, lantai dasar dijadikan sebagai ruang prajurit atau barak tentara, lantai kedua ruang perwira dan lantai ketiga sebagai benteng pertahanan.

Selain memiliki beberapa tingkatan, benteng ini juga memiliki delapan bangunan. Setiap bangunan memiliki luas 2x3 meter yang mana setiap bangunan ada yang memiliki enam ruangan dan tujuh ruangan.

Walau lokasi benteng ini berada di ketinggian 485-665 mdpl, untuk mencapainya hanya butuh waktu 5 menit dari gerbang masuk Tahura. Setelah sampai, benteng ini bertuliskan G,Koentji 1917 dan terdapat 2 gambar kunci yang saling menyilang, saat masuk benteng kondisinya cukup gelap walaupun di siang hari dan akhir penyusuran benteng ini diharuskan menaiki lorong tangga hingga mencapai titik tertinggi benteng atau puncak gunung.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA