Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 27 Apr 2022 19:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengenal Tongkonan Totondok, Biaya Renovasi Capai Miliaran Rupiah

Rukly Chahyadi
d'Traveler
Tongkonan Totondok
Tongkonan Totondok
Kawasan Tongkonan Totondok , Balusu, Kawasik
Kawasan Tongkonan Totondok , Balusu, Kawasik
Rumpun Keluarga Tongkonan Totondok
Rumpun Keluarga Tongkonan Totondok
kepala kerbau yang terbuat dari kayu dengan tanduk kerbau asli.  Ornamen disebut Kabongo
kepala kerbau yang terbuat dari kayu dengan tanduk kerbau asli. Ornamen disebut Kabongo
detikTravel Community -

Rumah Tongkonan merupakan rumah adat Toraja yang unik dan penuh warna. Selain itu harganya juga mahal. Biaya renovasi bisa mencapai miliaran rupiah.

Keunikan rumah adat Tongkonan, bentuk atapnya yang menyerupai perahu terbalik, dan ujung-ujungnya melengkung pada bagian depan dan belakang. Hampir seluruh dindingnya dipenuhi ukiran, dalam bahasa Toraja disebut Passura.

Ini merupakan pertama kalinya saya mengunjungi Tongkonan keluarga, di Balusu, Kawasik, Tondok, Toraja Utara. Tongkonan telah menjadi warisan dari waktu ke waktu, secara komunal dan dari generasi ke generasi.

Kelompok yang dimaksud adalah kelompok keluarga yang dihubungkan oleh suatu garis keturunan atau keturunan dari suatu rumpun keluarga sehingga kelompok keluarga tersebut merasa perlu untuk membangun sebuah rumah yang merupakan lambang kesatuan kelompok, dan disebut Tongkonan.

Rumah Adat Tongkonan adalah rumah adat Toraja yang menjadi tempat tinggal, kekuasaan dan kehidupan sosial budaya masyarakat Toraja. Pemandangan alam yang sangat indah, hamparan persawahan dan perbukitan yang sangat mempesona, sebelum kita tibah di Tongkonan Totondok.

Kami singgah di sebuah sungai, untuk bersihkan tangan dan wajah, semua ini dilakukan sebagai simbol agar segala sifat buruk yang ada pada diri kita dapat dilepaskan ke sungai. Suara mobil mencicit, melewati jalan menanjak di perbukitan kawasan Balusu, Kawasik, banyak rumah Tongkonan bisa dilihat, tapi suasananya begitu sepi sehingga tidak banyak orang yang terlihat.

Anda bisa melihat pepohonan bambu yang tumbuh menghiasi alam yang rindang di sepanjang jalan menuju kawasan Tongkonan Tondok, dahan-dahan pohon saling bergesekan, angin berhembus seolah menari menyambut, sejuknya udara dataran tinggi bisa terasa di setiap hembusan nafas.

Saat kami tiba di halaman Tongkonan Totondok, beberapa kerabat kami yang tinggal di Tongkonan, menyambut dengan senyum ramah, dan hangat layaknya keluarga yang baru datang.

Melihat keunikan rumah adat Tongkonan, atapnya terlihat seperti perahu terbalik, dan hampir seluruh bagian dindingnya dipahat, dan seni ukir ini disebut Passura dalam bahasa Toraja. Ukiran rumah Tongkonan memiliki arti, dan penempatannya tidak boleh sembarangan, sesuai dengan aturan adat Toraja.

Ukiran pada dinding depan rumah tongkongan menunjukkan kepala kerbau yang terbuat dari kayu dengan tanduk kerbau asli. Ornamen ini disebut Kabongo'.

Pada kabongo' terdapat hiasan berupa kepala ayam jantan hingga leher, seolah-olah bertengger di atas kabongo. Penggunaan atap Tongkonan dulunya terbuat dari bambu yang disusun, namun seiring berjalannya waktu, terjadi proses pelapukan pada atap dan harus diganti dengan atap seng. Sedangkan kayu yang sudah lapuk biasanya akan diganti dengan kayu kelas satu dan diukir kembali sesuai dengan bentuk aslinya.

Jadi, biaya renovasi tongkonan cukup besar, mencapai ratusan juta bahkan miliaran Rupiah. Inilah yang menjadikan tampilan rumah tongkonan konvensional menawan dan luar biasa, bangga mewarisi budaya Toraja. Kurre Sumanga!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA