Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 05 Agu 2022 15:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Enak Juga Memanjakan Mata di Pasa Ateh Bukittinggi

Dessy Liestiyani
d'Traveler
Tampilan Eksterior Pasa Ateh
Tampilan Eksterior Pasa Ateh
Lobby Pasa Ateh
Lobby Pasa Ateh
Jam Gadang DIlihat Dari Balkon Pasa Ateh
Jam Gadang DIlihat Dari Balkon Pasa Ateh
Pemandangan Dari Rooftop Pasa Ateh
Pemandangan Dari Rooftop Pasa Ateh
Deretan Produk Khas Bukittinggi Di Lantai Tiga Pasa Ateh
Deretan Produk Khas Bukittinggi Di Lantai Tiga Pasa Ateh
Suasana Food Court Pasa Ateh Yang Berbingkai Pemandangan Alam
Suasana Food Court Pasa Ateh Yang Berbingkai Pemandangan Alam
detikTravel Community -

Selain Jam Gadang, tempat menarik di Bukittinggi untuk sekedar jalan-jalan yaitu Pasa Ateh. Ini adalah surganya kerajinan tangan khas Minang di Bukitinggi.

Sekarang, bangunan Pasa Ateh terlihat sangat modern, terutama jika dibandingkan dengan suasana kota yang masih kental nuansa tradisionalnya. Secara eksterior, Pasa Ateh ini memang terlihat sangat eye catching. Ia menjadi bangunan kedua yang menarik untuk dilirik, setelah menara Jam Gadang yang menjulang.

Pasa Ateh sebenarnya sudah lama menjadi salah satu lokasi yang wajib dikunjungi, terutama bila wisatawan ingin membeli produk-produk kerajinan khas Sumatera Barat seperti songket, telekung (mukena), kain bordir kerancang (bordir khas Bukittinggi), dan aneka produk garmen lainnya. Berlokasi di kawasan taman Jam Gadang yang merupakan ikon Bukittinggi, Pasa Ateh yang eksistensinya telah ada sejak zaman kolonial ini, tercatat telah beberapa kali mengalami renovasi.

Pasa Ateh yang saat ini berdiri adalah bangunan hasil renovasi di 2019, setelah kebakaran hebat yang melandanya dua tahun sebelumnya. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bangunan ini terlihat modern. Apalagi bila dibandingkan dengan bangunan Pasa Ateh sebelumnya yang bagi saya terkesan usang, dan "padat" oleh penjual.

Melihat penampilannya yang elok, saya sempat berpikir bahwa barang-barang yang dijual di Pasa Ateh akan mengalami penyesuaian, misalnya hanya menjual produk-produk berkualitas atas atau adanya kenaikan harga produk yang signifikan dari sebelumnya. Apakah pada akhirnya Pasa Ateh ini hanya akan menjadi salah satu lokasi window shopping saja di Bukittinggi? Tapi ternyata, asumsi saya salah.

Pasa Ateh masih menjual produk-produk kerajinan, garmen, maupun kebutuhan lainnya. Namun dari pengamatan saya, harga-harga barang di sana masih sama dengan sebelumnya. Di beberapa tempat bahkan bisa setara dengan harga barang sejenis yang dijual di lapak-lapak kaki lima sekitar Pasa Ateh.

Mau cari baju koko atau mukena berbahan nyaman dengan selembar uang seratus ribu? Bisa. Mau cari kerudung bordir dengan harga yang sama? Anda bisa dapat tiga buah. Mantap, kan? Kenyataan ini membuat Pasa Ateh walaupun "terkemas" modern, namun tidak sekadar menawarkan window shopping belaka.

Seperti halnya konsep dasar mal pada umumnya, Pasa Ateh juga menawarkan one stop shopping. Produk-produk seperti asesoris, mainan anak, baju, tas, atau sepatu, bisa langsung dijumpai di lantai 1. Di sini juga terdapat deretan toko 'optik' kacamata, serta jam dan arloji.

Toko-toko baju tersedia lebih banyak lagi di lantai 2. Selain itu di lantai ini juga ada toko kosmetik, dan berbagai produk garmen lainnya. Sementara lantai 3 dikhususkan untuk produk-produk khas Bukittinggi seperti kain songket, kerudung beraneka bordir, juga baju koko dan mukena. Jika lapar setelah putar-putar, bisa bersantai di lantai 4.

Di lantai paling atas ini, tersedia beberapa pilihan tempat makan serta wahana permainan anak. Menyusuri lantai demi lantai di Pasa Ateh, bisa menjadi alternatif wisata yang sayang jika dilewatkan. Tidak saja karena harga barang yang sangat terjangkau, tapi juga suasana di dalam Pasa Ateh yang sangat sejuk, walaupun tanpa pendingin ruangan.

Sirkulasi udara di dalam mal ini menurut saya bagus sekali. Hawanya segar, terasa di hampir seluruh bagian mal. Yang juga menjadi daya tarik Pasa Ateh bagi saya adalah banyaknya ruang terbuka, yang bisa menjadi spot yang asyik untuk menikmati pemandangan alam bumi Sumatera ini.

Dari luar bangunan sudah terekspos anak-anak tangga, yang mengarahkan pengunjung ke balkon-balkon terbuka. Tidak hanya itu, mal ini membolehkan para pengunjung untuk menyambangi roof top-nya yang luas, dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa indah dari atas gedung.

Pasa Ateh mungkin tidak sebesar dan semewah mal-mal di Ibukota Jakarta. Di beberapa bagian bahkan terlihat beberapa toko belum membuka dagangannya. Namun bagi saya, kondisi Pasa Ateh saat ini bisa direkomendasikan sebagai tempat healing yang tak sekadar berwisata, dan tempat belanja yang tak sekadar window shopping.

Bagi anda yang berkesempatan datang ke kota Bukittinggi, jangan lupa untuk membuktikan sendiri kenyamanan Pasa Ateh ini ya.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA