Gelaran Pentas Wayang Wong Khas Lemahdadi Bangunjiwo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Gelaran Pentas Wayang Wong Khas Lemahdadi Bangunjiwo

Elyandra Widharta - detikTravel
Rabu, 01 Apr 2026 05:29 WIB
loading...
Elyandra Widharta
A
B
C
D
Gelaran Pentas Wayang Wong Khas Lemahdadi Bangunjiwo
Gelaran Pentas Wayang Wong Khas Lemahdadi Bangunjiwo
Gelaran Pentas Wayang Wong Khas Lemahdadi Bangunjiwo
Gelaran Pentas Wayang Wong Khas Lemahdadi Bangunjiwo
Jakarta -

Malam itu di salah satu gang pedukuhan Lemahdadi Bangunjiwo Kasihan Bantul dipadat orang-orang yang berkerumun. Sabtu 28 Maret 2026 pukul 21.00 sebuah gelaran pertunjukan Wayang Wong dengan lakon Gathutkaca Krama yang melibatkan 50 penari dan 20 pengrawit tampil secara kolosal di panggung yang sederhana.

Meskipun para pelaku seni ini rata-rata memiliki ketrampilan bermain seni peran, tari dan musik dalam wayang wong secara otodidak. Wayang Wong Gathutkaca Krama ini dipentaskan oleh Kelompok Sanggar Suko Budoyo dari Lemahdadi Bangunjiwo Bantul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah grup kesenian tradisi yang selama ini menginisiasi secara mandiri pertunjukan untuk diapresiasi masyarakat sekitarnya dan umum. Lakon ini disutradarai oleh Pak Darmadi dan penata musik gamelannya Arsa Rintoko.

ADVERTISEMENT

Lakon Gathutkaca Krama menceritakan kisah seorang kesatria bernama Raden Gathutkaca yang malang melintang menghadapi rintangan dalam kisah cintanya bersama Pregiwa.

Apalagi persaingan sengit yang terjadi antara Negara Hastinapura dan Jongparang menambah Gathutkaca semakin memiliki tantangan yang berat. Akhirnya Gathutkaca pun berhasil menikahi Pregiwa kekasih hatinya.

Kisah Gathutkaca Krama ini dipentaskan sebagai momen untuk memperingati tasyakuran usia pernikahan Pak Kawit Biwal dan Bu Suparmi yang ke 40 tahun. Pak Kawit selaku Ketua RT02 Lemahdadi Bangunjiwo memang selama ini cukup serius mengupayakan kesenian tradisi wayang wong ini agar tetap lestari di pedukuhan Lemahdadi Bangunjiwo.

"Semoga pernikahan Pak Kawit dan Bu Suparmi menjadi teladan bagi warga sekitar dan tetap langgeng" tambah Pak Edi Sud selaku Dukuh Lemahdadi. Wayang Wong dari Sanggar Suko Budoyo ini memang mencuri perhatian selama pertunjukan.

Penonton yang terdiri dari Ketua RT, Bamuskal, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para ketua RT berhasil menyimak jalannya cerita sampai dengan usai pertunjukan. Hiburan yang diproduksi secara mandiri ini menjadi alternatif pertunjukan diskala lokal pedukuhan. Meski begitu harapannya kedepan wayang wong ini tetap diupayakan pentas selama ada kesempatan sebagai upaya pelestarian seni pertunjukan tradisi.

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads