Kalau sedang jalan-jalan di kawasan Kota Tua Jakarta, coba mampir ke Museum Mandiri yang berada di kawasan Kota Tua, tepatnya di depan Stasiun Jakarta Kota sehingga cukup mudah dijangkau menggunakan transportasi umum.
Info Kunjungan Museum Mandiri
Museum Mandiri buka Selasa-Minggu pukul 09.00-16.00 WIB. Sementara itu, museum tutup setiap Senin. Harga tiket masuknya juga terbilang murah. Pengunjung kategori pelajar PAUD-SMA dikenakan Rp 3.000, sedangkan dewasa atau umum Rp 5.000.
Banking Hall, Ketika Mesin Hitung Uang Masih Jadi Andalan
Salah satu area yang langsung menarik perhatian adalah Banking Hall. Ruangan ini menyimpan berbagai benda antik yang berkaitan dengan aktivitas perbankan pada masa lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunjung dapat melihat mesin hitung uang, mesin tik, Buku Besar atau Groot Boek, hingga berbagai perlengkapan lain yang dapat memberi gambaran bagaimana aktivitas di sebuah bank berlangsung pada masa ketika teknologi belum secanggih sekarang.
Menelusuri Perjalanan Panjang Bank Mandiri
Museum Mandiri juga memiliki beberapa ruangan yang menceritakan perjalanan terbentuknya Bank Mandiri. Kisahnya cukup panjang karena bank ini merupakan hasil penggabungan sejumlah bank pemerintah yang sebelumnya juga memiliki sejarah masing-masing.
Gedung Museum Mandiri sendiri memiliki sejarah sejak masa kolonial. Bangunan ini awalnya digunakan oleh Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) dan kemudian mengalami beberapa perubahan fungsi seiring perjalanan perbankan di Indonesia.
Setelah melalui berbagai fase, Bank Mandiri terbentuk dari penggabungan empat bank pemerintah, yakni Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Ekspor Impor Indonesia atau Bank Exim, dan Bank Pembangunan Indonesia.
Perjalanan tersebut kemudian membawa Bank Mandiri berkembang hingga menjadi bank seperti yang dikenal sekarang.
Ruang Kasir China
Ada pula Ruang Kasir China atau Chineesche Kas. Dari namanya saja sudah terlihat bahwa ruangan ini berkaitan dengan pekerja keturunan Tionghoa ketika NHM masih beroperasi.
Keberadaannya menjadi salah satu bagian dari sejarah aktivitas perbankan pada masa kolonial. Melihat ruangan ini pengunjung bisa mendapatkan gambaran mengenai bagaimana kegiatan perbankan pada masa tersebut berlangsung dengan latar masyarakat yang beragam.
Ruang Khasanah Penuh Brankas
Berikutnya ada Ruang Khasanah atau Kluis yang memiliki luas sekitar 924 meter persegi dan menjadi salah satu area yang cukup unik karena dipenuhi brankas dengan berbagai ukuran.
Di dalamnya terdapat beberapa bagian kluis atau ruang penyimpanan, seperti safe deposit box, Kluis Uang Kas, dan Kluis Surat Berharga. Selain brankas, beberapa tempat lain yang ada di Ruang Khasanah juga menyimpan perlengkapan perbankan, seperti peti uang dan kalkulator yang berasal dari masa sebelum Bank Mandiri terbentuk.
Bisa Foto Cantik Pakai Kostum dan Main VR
Datang ke Museum Mandiri bukan cuma keliling belajar sejarah. Pengunjung juga bisa memanfaatkan kesempatan untuk berfoto dengan kostum bernuansa tempo dulu. Museum menyediakan pilihan kostum bergaya Belanda hingga Nusantara.
Pilihannya tersedia untuk pengunjung dewasa maupun anak-anak sehingga bisa menjadi aktivitas seru saat berkeliling museum. Harga sewanya juga cukup terjangkau yakni sekitar Rp 30.000-Rp 50.000 untuk durasi satu jam.
Kostum tersebut bisa digunakan untuk berfoto maupun mengambil video di dalam museum sehingga akan terlihat seperti sedang berada di era dulu. Selain itu, ada juga aktivitas bermain Virtual Reality (VR) dengan berbagai tema yang bisa dimainkan dengan harga mulai dari Rp 35.000-Rp 75.000.
Jadi kalau lagi mencari destinasi edukatif yang murah dengan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan, Museum Mandiri bisa masuk daftar. Siap-siap menjelajah sejarah perbankan sekaligus pulang bawa foto dan keseruan lainnya!











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Baru Garuda Indonesia Diprotes
Pemerintah Thailand Panggil Dubes Israel, Ingatkan Warganya untuk Jaga Perilaku
Whoosh Belum Bikin Untung dari Tiket, tapi Benarkah Indonesia Rugi?