Museum Mandiri menyimpan sejumlah koleksi yang memperlihatkan bagaimana aktivitas perbankan pada zaman dulu. Mulai dari brankas dengan dua kunci, mesin hitung, hingga ATM jadul bisa ditemukan traveler saat menjelajahi museum ini. Museum ini terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, tepatnya di Jalan Lapangan Stasiun Nomor 1 Jakarta Barat.
Bangunan ini mulai beroperasi sebagai museum sejak 1998. Ketika memasuki area museum, traveler akan menemukan berbagai benda yang mungkin terasa asing jika dibandingkan dengan peralatan perbankan saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian koleksi tersebut merupakan benda asli, seperti stempel, mesin ketik, hingga buku besar yang dulu digunakan untuk mencatat keuangan. Salah satu ruangan yang menarik perhatian adalah ruang brankas nasabah.
Di ruangan ini terdapat brankas lengkap dengan dua kunci. Brankas tersebut hanya bisa dibuka menggunakan kunci khusus yang disimpan oleh nasabah dan pegawai perbankan. Selain itu, terdapat mesin hitung yang menjadi bagian dari peralatan perbankan di masa lalu.
Bentuk dan cara kerjanya memperlihatkan bahwa pekerjaan menghitung dan mencatat transaksi jadul sangat berbeda dari komputer yang digunakan saat ini. Tak hanya mesin hitung, cerita tentang penyimpanan dan pengiriman uang pada masa lalu juga bisa ditemukan di museum.
Zaman dulu, uang di perbankan dibawa dengan cara dimasukkan ke dalam peti kayu. Salah satu petugas Museum Mandiri, Alya, menjelaskan bahwa pemilihan peti uang berbahan kayu karena pada waktu itu bahan tersebut lebih kuat dan mudah dicari.
"Dulu dibawa naiknya pakai peti uang ini, jadi uang-uang dimasukin peti, petinya dibawa ke atas," ujar Alya kepada detikTravel beberapa waktu lalu.
Selain itu, ada juga koleksi ATM jadul yang sayang jika dilewatkan. Berbeda dengan mesin ATM saat ini, mesin ATM jadul memiliki bentuk yang lebih besar. Secara fungsi, ATM jadul dirancang untuk mengeluarkan kertas struk sebagai bukti transaksi, kartu ATM, dan uang. Berbagai koleksi itu membuat kunjungan ke Museum Mandiri terasa seperti melihat kembali aktivitas perbankan dari masa ke masa.
Traveler tidak hanya melihat benda yang dipajang, tetapi juga bisa membayangkan bagaimana nasabah dan pegawai bank beraktivitas pada zamannya. Menariknya lagi, jejak masa lalu di Museum Mandiri tak hanya terlihat dari benda-benda yang dipajang.
Lantai di ruangan surat berharga menyimpan cerita tersendiri. Bekas bercak di lantai itu karena bekas banjir yang mengenai kotak kardus berisi surat-surat perbankan dalam waktu lama.
"Bekas bercak di lantai itu bekas dari banjir yang mengenai kotak atau kardus dalam waktu yang lama sehingga meninggalkan tanda seperti itu," katanya.
Alih-alih mengganti dengan lantai baru, ruangan surat berharga museum justru mempertahankan kondisi tersebut. Mengingat bangunan ini berstatus sebagai cagar budaya sehingga lantai di bagian ruangan tersebut tidak pernah diubah. Kini, berbagai jejak tersebut bisa dilihat langsung oleh traveler.
Buat traveler yang ingin melihat sisi lain Jakarta, Museum Mandiri bisa menjadi salah satu tempat yang disambangi. Berkeliling di dalamnya seperti membuka kembali cerita tentang dunia perbankan sebelum semuanya serba digital seperti sekarang.











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Baru Garuda Indonesia Diprotes
Whoosh Belum Bikin Untung dari Tiket, tapi Benarkah Indonesia Rugi?
Pemerintah Thailand Panggil Dubes Israel, Ingatkan Warganya untuk Jaga Perilaku