Cegah Pelapukan Batu, Yasti Borobudur Dipugar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cegah Pelapukan Batu, Yasti Borobudur Dipugar

Vicky Fadly Ardana Putra - detikTravel
Rabu, 14 Okt 2026 06:31 WIB
loading...
Vicky Fadly Ardana Putra
Wamenbud, Menbud, Dirjen Bimas, dan Ahli Arkeologi di Museum Nasional Indonesia (Vicky Fadly)
Pekerja melakukan pemugaran Mahastupa Candi Borobudur di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). Pihak Museum dan Cagar Budaya melaksanakan pemugaran Mahastupa untuk menangani pergeseran Yasti, pelapukan batu, ketidakstabilan rongga dan rekahan, serta masalah penggaraman guna memperkuat dan menstabilkan struktur batu sekaligus mencegah kerusakan lebih lanjut. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Pekerja melakukan pemugaran Mahastupa Candi Borobudur di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). (Anis Efizudin/Antara)
Pekerja melakukan pemugaran Mahastupa Candi Borobudur di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). Pihak Museum dan Cagar Budaya melaksanakan pemugaran Mahastupa untuk menangani pergeseran Yasti, pelapukan batu, ketidakstabilan rongga dan rekahan, serta masalah penggaraman guna memperkuat dan menstabilkan struktur batu sekaligus mencegah kerusakan lebih lanjut. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Yasti Borobudur dipugar karena telah ditemukan pergeseran susunan batu, timbul rongga, pelapukan, dan penggaraman pada badan stupa. Yasti merupakan bagian paling atas dari stupa induk atau Mahastupa Candi Borobudur.(Anis Efizudin/Antara)
Pekerja melakukan pemugaran Mahastupa Candi Borobudur di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). Pihak Museum dan Cagar Budaya melaksanakan pemugaran Mahastupa untuk menangani pergeseran Yasti, pelapukan batu, ketidakstabilan rongga dan rekahan, serta masalah penggaraman guna memperkuat dan menstabilkan struktur batu sekaligus mencegah kerusakan lebih lanjut. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Berada di atas bangunan, kondisi dan kestabilan Yasti menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga keutuhan struktur stupa induk.(Anis Efizudin/Antara)
Cegah Pelapukan Batu, Yasti Borobudur Dipugar
Cegah Pelapukan Batu, Yasti Borobudur Dipugar
Cegah Pelapukan Batu, Yasti Borobudur Dipugar
Cegah Pelapukan Batu, Yasti Borobudur Dipugar
Jakarta -

Pemugaran Yasti pada stupa induk Candi Borobudur telah berjalan dan ditargetkan rampung pada 24 Oktober 2026. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, membeberkan kondisi terkini.

Yasti Borobudur dipugar karena telah ditemukan pergeseran susunan batu, timbul rongga, pelapukan, dan penggaraman pada badan stupa. Yasti merupakan bagian paling atas dari stupa induk atau Mahastupa Candi Borobudur.

Berada di atas bangunan, kondisi dan kestabilan Yasti menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga keutuhan struktur stupa induk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadli mengatakan bahwa pemugaran Yasti diharapkan dapat menjaga susunan struktur dengan mengutamakan material asli dalam Candi Borobudur.

"Kita berharap pemugaran Yasti ini bisa mengembalikan soliditas dan susunan struktur yang ada di situ. Dan tentu saja mengutamakan material asli karena sejauh ini sebenarnya tidak ada material baru," ujar Fadli dalam Taklimat Media Pemugaran Yasti Mahastupa Candi Borobudur di Museum Nasional Indonesia, Selasa (13/10/2026).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan tim menemukan pelapukan dan penggaraman batu. Fadli mengatakan bahwa penggaraman batu juga diakibatkan oleh perubahan iklim.

"Memang perlu ada penanganan terhadap pelapukan batu dan penggaraman. Akibatnya adalah batu-batu itu hilang dan tentu karena ini menghadapi cuaca termasuk climate change, batu-batu itu yang tadinya keras menjadi penurunan," ujarnya.

Pemugaran Candi Borobudur pertama pernah dilakukan pada 1907-1911 di bawah pimpinan arkeolog Belanda, Theodoor van Erp. Setelah itu, pemugaran besar kedua dilakukan pada 1973-1983 melalui kerja sama pemerintah Indonesia dan UNESCO.

Akses Pengunjung Tetap Dibuka dengan Penyesuaian

Pemugaran kali ini, akses ke Candi Borobudur tetap dibuka bagi masyarakat umum. Namun, terdapat penyesuaian akses demi menjaga keselamatan pengunjung dan bekerja, serta menjamin pekerjaan berlangsung secara aman dan terkendali.

Kunjungan reguler dan pilgrim dapat diakses pengunjung hingga Lantai 8 atau area teras 1. Sedangkan untuk kunjungan sunrise dan sunset, akses tetap tersedia hingga Lantai 9 atau area teras 2.

Jalur kunjungan disediakan di sisi timur, tenggara, selatan, barat daya, dan barat Candi Borobudur.

Sementara itu, pelataran utara untuk sementara waktu digunakan sebagai zona kerja dan ditutup bagi pengunjung. Pemugaran Mahastupa diperkirakan berlangsung lima minggu dan ditargetkan selesai 24 Oktober 2026.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads