Tari Gandrung Sewu 2026 jadi salah satu potensi Banyuwangi untuk menarik wisatawan dari luar daerah. Upaya konektivitas ke Banyuwangi pun didorong oleh InJourney.
Direktur Komersial InJourney Airports, Veri Y Setiady mengatakan konektivitas dan pariwisata merupakan dua hal yang saling berkaitan. Menurut dia, atraksi daerah yang menarik perlu didukung akses perjalanan agar semakin banyak wisatawan dapat mengenal destinasi tersebut.
"Banyuwangi memiliki potensi alam dan budaya yang kuat untuk terus dikembangkan. Bagi kami, konektivitas bukan hanya tentang tersedianya bandara dan penerbangan, tetapi juga bagaimana akses tersebut didukung oleh permintaan perjalanan yang berkelanjutan. Event Gandrung Sewu dapat menjadi stimulus untuk menarik wisatawan, karena itu kolaborasi dengan pemerintah daerah, maskapai, dan pelaku industri pariwisata menjadi penting agar pertumbuhan konektivitias berjalan seiring dengan perkembangan destinasi," ujar Veri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam mendukung upaya tersebut, InJourney Airports memperkuat koordinasi dengan maskapai untuk memetakan potensi permintaan perjalanan, mengevaluasi kebutuhan kapasitas penerbangan, serta menjajaki peluang penyesuaian frekuensi atau kapasitas sesuai kondisi pasar dan kesiapan operasional.
Di sisi lain, ekosistem InJourney juga berperan memperluas jangkauan promosi Banyuwangi melalui kanal komunikasi, jaringan layanan, dan berbagai titik interaksi dengan wisatawan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat konektivitas wisata sehingga daya tarik Gandrung Sewu dapat mendorong kunjungan ke berbagai destinasi lain di Banyuwangi.
Veri menyebut InJourney Airports mengelola 36 bandara dan melayani 158 juta penumpang pada 2025. Jaringan bandara itu menjadi bagian dari upaya menghubungkan wisatawan dengan beragam destinasi di Indonesia.
Bagi Banyuwangi, event Gandrung Sewu diharapkan memperkenalkan potensi daerah kepada wisatawan yang lebih luas. Festival yang mengangkat Tari Gandrung sebagai ikon budaya ini menjadi salah satu atraksi yang dapat melengkapi daya tarik wisata alam dan pengalaman lokal di Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani berharap kolaborasi tersebut dapat memperluas pengenalan daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurut dia, seni dan budaya menjadi modal penting untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
"Gandrung Sewu mulai nalik kelas, bertransformasi sehingga bukan hanya menampilkan tarian kolosal tetapi di Gandrung Sewu ini kami punya komitmen bahwa budaya dan seni adalah modal utama di Banyuwangi," ujar Ipuk dalam konferensi pers Gandrung Sewu kolaborasi InJourney dan Pemkab Banyuwangi di Panggung Budaya TMII Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan pada 24 Oktober 2026 di Pantai Boom Marina Banyuwangi. Wisatawan yang ingin menyaksikannya dapat mulai merencanakan perjalanan , termasuk mencari informasi transportasi, akomodasi, dan destinasi lain yang ingin dikunjungi selama berada di Banyuwangi.











































Komentar Terbanyak
Kapolda Jateng Bantah Izin Konser Andrea Bocelli di Borobudur Dicabut!
Ketika Ijazah Wakil Presiden Indonesia Dipajang Abadi di Kampus Top Belanda
Polemik Konser Andrea Bocelli: Didukung Menteri Pariwisata-Ditolak MUI