Mungkin keliru, seharusnya lotek, sepintas itulah yang terfikir oleh saya saat melihat tulisan 'lotes' pada gerobak makanan di pinggir jalan. Saya pun mendekati gerobak itu perlahan. Semakin dekat, saya semakin ragu dengan pernyataan pertama yang saya buat.
"Kalau memang gerobak lotek, mengapa tidak ada sayuran atau bumbu kacang yang menjadi bahan dasarnya," celoteh saya kepada diri sendiri. Hati mulai berkecamuk dengan debat batin dalam diri saya. Dari pada bertanya-tanya, saya pun langsung bertanya ke sang punya gerobak apakah lotes itu?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaikan kembar identik, lotes dan lotek sama-sama makanan asli Yogya yang ternyata memiliki banyak perbedaan. Rupanya lotes itu buah-buahan, jelas berbeda dengan lotek yang lebih mirip dengan gado-gado. Setahu saya yang memang mencintai wisata kuliner, lotek adalah makanan khas Yogya yang berisi sayuran dan bakwan, kemudian diguyur dengan bumbu kacang. Walau berbeda, kedua memiliki cita rasa yang lezat.
Rasanya tepat siang hari lengkap panas terik menyengat, membasuh tenggorokan dengan segarnya lotes milik Pak Jon. Harganya pun murah, semangkuk lotes segar bisa Anda dapatkan hanya dengan membayar Rp 6.000.
Tak jauh dari gerobak dagangan Pak Jon, tepatnya Jl A M Sangaji, ternyata ada kembaran makanan ini, yaitu lotek. Berbeda denan lotes yang buka mulai siang hari, lotek milik Bu Mur sudah buka sejak pukul 10.00 WIB, jika beruntung dan belum kehabisan, Anda bisa menikmatinya hingga pukul 15.00 WIB.
Tidak hanya di sekitaran Jl A M Sangaji, lotek bisa Anda temui di hampir sepanjang jalan yang ada di Yogyakarta. Harganya pun bervariasi, biasanya Rp 10.000. Lotes memang berbeda dengan lotek, tapi menghasilkan satu rasa yang sama, nikmat dan lezat!
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas