Scuba diving jadi pembahasan yang pertama. Scuba sendiri merupakan kependekan dari Self Contained Underwater Breathing Apparatus yang berarti menyelam dengan peralatan oksigen. Untuk melakukan kegiatan scuba diving, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. detikTravel menjajal scuba diving di Labuan Bajo awal Juni 2012 lalu.
Pertama tentu saja, pengenalan mengenai apa itu scuba diving. Diving jenis ini membutuhkan banyak peralatan antara lain baju selam, sepatu katak, masker kacamata, jaket penyangga oksigen, tabung oksigen, regulator, dan pemberat badan. Semua alat-alat tersebut memiliki ukurannya masing-masing. Pastikan mendapat ukuran yang sesuai dengan tubuh Anda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 2 tombol di selang lainnya. Selang tersebut terhubung dari tabung oksigen ke jaket penyangga. Gunanya untuk mengangkat atau membawa Anda ke dalam laut, tergantung keinginan dan tombol yang ditekan. Jumlah oksigen yang tersedia di dalam sebuah tabung pun beragam, ada yang bisa digunakan dalam waktu 30 menit hingga 2 jam di dalam air.
Melakukan scuba diving berarti berada lama di dalam air. Penjelajahan alam bawah laut pun akan semakin jauh, dalam dan asyik. Namun jangan terlalu asyik dengan objek indah yang terlihat, perhatikan juga sekeliling. Baca arus, jangan sampai Anda terbawa arus karena jarang melihat keadaan. Bernafaslah dengan tenang jika ingin menghemat oksigen dan bisa lebih lama berada di dalam air.
Jauh sebelum ada alat scuba, para penduduk pesisir pantai sudah memiliki teknik menyelam tanpa alat yang kini dikenal sebagai free dive. Berbeda dengan scuba diving, free dive tidak membutuhkan alat bantuan kecuali masker renang. Menurut Nadine Chandrawinata, artis yang pernah beberapa kali free dive, inti dari free dive adalah jangan panik.
Teknik menyelam seperti ini mengutamakan kekuatan paru-paru dan berapa lama Anda bisa menahan nafas di bawah air. Banyak-banyaklah latihan dengan mereka yang sudah berpengalaman, ujar Nadine kepada detikTravel, Kamis (5/7/2012). Latihan bisa dilakukan di kolam renang dan praktek langsung bisa dilakukan di perairan tenang.
Pintar-pintarlah mengatur oksigen yang ada di paru-paru. Jangan tunggu oksigen habis baru naik ke permukaan, namun jangan terlalu cepat naik jika masih merasa ada cukup oksigen di paru-paru. Biasakan diri untuk berada di kedalaman, semakin dalam, tekanan akan semakin kuat, biasakan dengan hal itu. Juga jangan panik saat terjadi masalah. Kepanikan hanya akan membuat Anda kehabisan oksigen lebih cepat dari semestinya.
Beragam cara menikmati alam bawah laut, yang mana pilihan Anda?
(shf/fay)












































Komentar Terbanyak
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu