Meski sudah sering melihat dan melintas melewatinya, inilah pertama kalinya saya memasuki dan beribadah di Masjid Kubah Emas, Depok. Bangunannya yang besar dan megah terlihat dari kejauhan. Taman-tamannya yang rindang nan hijau membuat masjid ini terlihat lebih nikmat untuk dipandang.
Saat berkunjung ke masjid ini, Kamis (5/7/2012) saya tidaklah sendirian. Ada banyak pengunjung yang menggunakan mobil pribadinya hingga bus pariwisata. Ada orang tua hingga anak-anak. Beberapa dari mereka mengabadikan masjid ini di dalam kameranya, saya pun tidak ketinggalan. Emas yang ada di kubahnya sangatlah menawan. Meski sedang ada perbaikan saat saya berkunjung ke sini, akan tetapi keindahan kubahnya masih terlihat dengan jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masjid ini dibangun sekitar tahun 2001. Masjid ini pun dibangun dengan biaya yang tidak sedikit. Lantainya terbuat dari granit Italia dan kubahnya terbuat dari emas 24 karat, bisa Anda bayangkan berapa biaya pembuatan masjid ini?
Saya pun melangkahkan kaki untuk masuk ke dalamnya dan melaksanakan ibadah Salat Dzuhur. Tempat wudhunya pun sangat nyaman, luas, dan tentu saja bersih. Sungguh nyaman bagi para pengunjung untuk berwudhu dan menyucikan diri. Tentu, tempat wudhu wanita dan pria pun terpisah jauh.
Subhanallah, itulah kata pertama yang keluar dari mulut saya saat memasuki bagian dalam masjid ini. Bagian dalam masjidnya sangat luas dan sejuk. Karpet hijau di lantainya, pendingin ruangan, langit-langit yang tinggi, dan ventilasinya yang bagus, akan membuat siapa pun betah berlama-lama beribadah di dalamnya.
Jiwa ini sungguh tenang saat menyelesaikan kewajiban kepada Tuhan. Pikiran pun menjadi lebih segar karena suasana di dalamnya sangatlah nyaman. Ya, saya masih terpukau dengan bagian dalam masjidnya. Sangat khidmat dan khusyuk saat beribadah di masjid ini.
Di dinding-dindingnya terdapat kaligrafi dan ornamen-ornamen yang menawan. Di sudut-sudut tiang penyangganya ada tumpukan Al Quran bagi siapa saja yang ingin membacanya. Di bagian dalam kubah yang terletak di langit-langit, ada lukisan awan dengan langit yang biru, sungguh memukau. Tempat salat pria dan wanita dipisahkan dengan kaca-kaca.
"Masjid ini termasuk salah satu rute ziarah Wali Songo. Saya baru datang dari makam Sunan Gunungjati di Cirebon, setelah ini mau ke Pamijahan di Banten," ungkap Wahyu, salah satu pengunjung dari pesantren di Kediri saat mengobrol dengan saya.
Masjid Kubah Emas merupakan rumah Tuhan yang sangat indah. Bangunannya yang berseni dan bagian dalamnya yang nyaman, akan Anda rasakan saat beribadah di dalamnya. Tempat ini membuat kita ingin lebih dekat dengan Tuhan.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi