Fosil dinosaurus seringkali dianggap fosil langka yang dijaga keberadaannya. Kepunahan yang dialami dinosaurus menjadi salah satu faktor pelindungan fosilnya. Tak sedikit pula arkeolog yang menyimpan fosil temuannya dalam museum khusus.
Namun, apa yang terjadi di AS sangatlah berbeda. Fosil dinosaurus tidak disimpan dalam museum khusus untuk disusun membentuk tubuh yang utuh. Fosil ini dikumpulkan justru untuk membuat sebuah bangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak main-main, hampir seluruh bangunan ini dipenuhi dengan pecahan tulang belulang dino. Kalau dihitung-hitung ada sekitar 6.000 pecahan tulang yang terkumpul di bangunan ini, seperti yang ditulis situs The Blonde Coyote, Selasa (10/7/2012).
Dari luar saja, Anda bisa melihat ribuan potong tulang menempel dengan kuat di dinding. Mirip seperti batu alam yang saat ini banyak digunakan sebagai eksterior rumah.
Bangunan ini ternyata telah berdiri sejak tahun 1933 sebagai tempat penjualan bensin. Thosa Boylan adalah nama sang pendiri bangunan unik ini. Ia telah mengumpulkan tulang-belulang selama 17 tahun.
Pada awalnya, ia mengumpulkan tulang untuk disusun membentuk satu tubuh dinosaurus. Tapi ternyata potongan tulang yang dikumpulkannya tidak lengkap, ia pun memutuskan untuk menjadikannya bahan pembuatan bangunan.
Sejak bangunan ini berdiri, sudah banyak turis yang datang hanya untuk melihat tumpukan tulang dinosaurus menjadi bangunan. Kemudian pada tahun 2008, bangunan ini dimasukkan dalam daftar tempat bersejarah di AS sebagai Museum Fossil.
Sayangnya, saat ini bangunan dengan ribuan tulang dinosaurus ini ditutup untuk umum. Eits, tapi jangan berkecil hati dulu, turis tetap bisa potongan tulang yang menempel kuat di dinding luar bangunan.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?
Timur Tengah Memanas, Ribuan Penumpang Kapal Pesiar Gagal Berlayar