Belum banyak wisatawan yang tahu keberadaan spot pantai yang satu ini. Ya, Bali Cliff mungkin sebuah nama yang terdengar asing ketimbang, Dreamland, Kuta, atau Sanur. Namun, keistimewaan pantai ini tidak kalah seru dengan pantai lainnya di Bali yang jauh sudah lebih dahulu terkenal.
Melansir dari situs Panduan Wisata Pulau Dewata (Bali), Jumat (13/7/2012), destinasi ini sebenarnya memiliki tiga nama sekaligus, yaitu Bali Cliff, Green Bowl, dan Hidden Beach. Ketiga nama ini juga memiliki histori masing-masing, seperti Bali Cliff karena dahulu di sana terdapat hotel yang berana sama, Green Bowl karena bila dilihat dari ketinggian pantai ini berbentuk seperti mangkuk yang berisi air, dan Hidden Beach karena memang pantai ini tersembunyi di balik tebing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Air lautnya yang biru jernih, terlihat seperti lapisan kaca yang tembus pandang. Anda bisa melihat keindahan bawah lautnya yang cukup dalam. Selain panorama alamnya yang masih alami, pantai yang berada di Kabupaten Badung ternyata menyimpan tantangan lain untuk wisatawan. Ya, ombaknya yang cukup besar seolah memberikan sinyal yang menantang.
Tipe ombak Bali Clif ialah regional classic yang memiliki panjang gelombang normal serta ketinggian cukup menantang, seperti yang terlansir dalam situs pariwisata Indonesia. Sehingga, destinasi ini bisa menjadi surga yang tersembunyi untuk para peselancar.
Setiap harinya dapat dihitung berapa wisatawan yang datang. Karena tidak dapat dipungkiri letak Bali Cliff sangat terhalang oleh tebing yang terjal. Walaupun sulit menemukannya, Anda akan terperangah dan takjub melihat keindahan alam Bali Cliff.
Satu hal yang perlu dicatat, bila Anda berniat untuk menikmati angin pantai nan segar di Bali Cliff, sebaiknya membawa perbekalan yang lengkap. Maklumlah, tak banyak penjual yang menjajakan makanan di sini.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Tragedi Papua, Penerbang Senior Angkat Bicara soal Risiko Terbang di Daerah Rawan