Tak Cuma Diving, Raja Ampat Juga Punya Oleh-oleh Etnik
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tak Cuma Diving, Raja Ampat Juga Punya Oleh-oleh Etnik

- detikTravel
Senin, 16 Jul 2012 13:01 WIB
Tak Cuma Diving, Raja Ampat Juga Punya Oleh-oleh Etnik
Topeng khas Raja Ampat (Afif/detikTravel)
Jakarta - Siapa bilang ke Raja Ampat cuma untuk diving? Raja Ampat juga memiliki oleh-oleh yang unik bernuansa etnik. Berbagai macam ukiran-ukiran kayu seperti patung dan topeng, dapat menjadi koleksi Anda. Ada cerita di balik ukirannya.

Bersama rekan-rekan media dalam acara Adira Beauty X-Pedition, kami beranjak menuju Pantai Waisai Tercinta (WTC), Waisai, Kab Raja Ampat, Papua Barat untuk berburu sunset. Saat berjalan mengelilingi pantai, kami pun tidak sengaja melewati toko bernama 'Art Shop'. Toko suvenir ini memiliki banyak patung-patung yang terbuat dari ukiran kayu, sungguh unik!

Sambil memotret, saya pun sedikit terkejut saat melihat harga yang tertera di setiap koleksinya. Ternyata, harga-harga di toko ini semuanya menggunakan mata uang Dollar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memang lebih banyak menjualnya dalam bentuk dollar, karena lebih banyak wisatawan asing yang berbelanja di sini. Tapi kami terima Rupiah juga," kata Saidin, penjaga toko saat diwawancarai wartawan, Selasa (10/7/2012).

Koleksi-koleksi di toko ini sungguh beraneka ragam. Saya melihat topeng-topeng dengan ukuran raksasa di tembok-temboknya. Topeng-topeng tersebut memiliki bentuk yang unik dan berbeda dari topeng-topeng yang biasa saya lihat di tempat-tempat lain. Ukurannya mungkin tiga kali lebih besar dari muka saya.

"Topeng ini memang menjadi ciri khas Raja Ampat, lihat saja bentuk dari hidung dan matanya yang berbeda dari jenis-jenis topeng lainnya," kata Saidin yang menjawab rasa penasaran saya.

Harga topeng-topeng tersebut pun berkisar antara Rp 300.000-1.000.000. Tidak hanya topeng-topeng yang terpajang di temboknya, ada pula patung yang terbuat dari ukiran-ukiran kayu di dalam toko berukuran 2x2 meter ini. Patung-patung tersebut ada yang dipajang di atas rak kaca, di tembok, dan ada yang dibiarkan di luar toko. Dengan berbagai macam ukuran, harganya pun berkisar ratusan ribu rupiah.

"Patung-patung ini terbuat dari kayu besi, yaitu kayu yang tahan air. Jadi tidak akan merusak bentuk-bentuk patung ini," lanjut Saidin menjelaskan.

Patung-patung yang berukuran kecil memiliki harga sekitar Rp 300.000. Bentuknya memang unik dan menjadi buruan bagi para wisatawan mancanegara saat berkunjung ke toko ini. Sedangkan untuk patung berukuran besar dan bisa mencapai tinggi yang lebih dari tinggi manusia bisa mencapai angka Rp 3 juta, wow!

Selain itu, ada satu hal yang membuat saya terkejut, yaitu rahang hiu. Ya, saya melihat rahang hiu dengan puluhan gigi-giginya yang tajam di toko ini. Rahang hiu ini pun dijual menjadi oleh-oleh dengan harga sekitar Rp 300.000. Tidak hanya satu, tapi ada sekitar 10 rahang hiu yang dijual di toko ini.

Berbagai macam barang-barang antiknya seperti taring babi, kerajinan anyaman berupa tas dan topi, kalung-kalung, serta piring-piring sebagai mas kawin, menjadi oleh-oleh yang antik dari Raja Ampat. Barang paling langka di toko ini adalah Kalung Raja Kofiau. Kalung ini terbuat dari tulang ikan duyung dan tengkorang kepala anjing. Kalung ini tinggal tersisa tiga buah dan memiliki harga Rp 3 juta per kalungnya.

Letaknya yang berada di Kota Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat, menjadikan tempat ini strategis untuk dikunjungi wisatawan, karena berada di pintu masuk Raja Ampat. Siapkan kocek Anda, karena semua barang-barang di toko ini sangat antik dan menarik untuk dikoleksi.

(aff/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads