Tuhan menciptakan Adam dan Hawa sebagai dua manusia yang sangat mulia dan tinggal di surga. Namun, karena setan menggoda mereka untuk memakan buah khuldi, Adam dan Hawa diturunkan ke bumi. Setelah berpisah ratusan tahun, keduanya kembali bertemu di bukit yang dikenal dengan nama Jabal Rahmah.
Umat Islam mempercayai, kisah Nabi Adam dan Siti Hawa menjadi titik awal peradaban manusia di bumi. Tak jarang, kisah keduanya menjadi inspirasi dalam kehidupan dan percintaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari situs Boldsky, Kamis (26/7/2012), Jabal Rahmah, sebuah bukit di luar Makkah yang dikelilingi oleh padang pasir. Di puncak bukit ini terdapat tugu tinggi berwarna putih. Tugu ini sebenarnya dibuat guna menandakan tempat di mana Nabi Muhammad Saw berdiri saat memberikan khotbah terakhirnya. Namun, tugu tersebut juga dikenal sebagai monumen cinta Adam dan Hawa karena ini juga menjadi tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa.
Jabal Rahmah yang diyakini sebagai tempat bertemunya Adam dan Hawa menjadi tempat berdoa untuk mereka yang mengharapkan jodoh. Letak tugu yang berada di puncak Bukit Arafah membuat pelancong rela menanjak untuk mencapai tugu tersebut.
Setiap harinya, Jabal Rahmah ramai dikunjungi wisatawan yang sedang umrah atau haji. Wisatawan yang masih sendiri atau belum memiliki pasangan hidup pasti rela bersusah payah mendaki Bukit Arafah.
Tidak lain lagi, tujuan mereka bersusah payah mendaki adalah untuk menuliskan nama di dinding tugu. Dengan menuliskan nama di tugu, mereka berharap mendapatkan jodoh yang setia, seperti Adam dan Hawa. Untuk sampai di puncaknya, pelancong harus menaiki tangga dan melewati bebatuan.
Namun, sayangnya akibat ulah pelancong yang selalu menuliskan namanya, dinding tugu, Jabal Rahmah jadi terlihat sangat kotor penuh coretan. Padahal, tak jauh dari bukit, ada sebuah papan berisi petunjuk mengenai larangan untuk mencoret-coret batu di bukit ini.
Lalu, bagaimana dengan pelancong yang sudah menemukan jodohnya? Bila datang ke Jabal Rahmah besama pasangan hidup, Anda bisa menunggangi unta berdua. Penampilan unta-unta terlihat cantik dengan rangkaian bunga-bunga yang mehiasi tubuhnya. Di atas tubuh jenjang unta terdapat sebuah kursi yang muat untuk dua orang.
Aaaah! Saat menunggangi unta dan berkeliling Jabal Rahmah bersama pasangan, Anda akan merasa seperti duduk di atas singgasana raja dan ratu. Suasana akan bertambah romantis dan menjadi kenangan Anda yang tak akan terlupakan.
Puas menungangi unta atau mendaki ke puncak Bukit Arafah, Anda bisa berbelanja suvenir khas Arab di pelataran Jabal Rahmah. Oleh-oleh yang dijajakan di sini antara lain, tasbih, cincin, dan aneka gelang. Akan tetapi, Anda harus waspada karena penjual di sini terkadang menawarkan harga yang jauh lebih mahal ketimbang di toko atau pasar.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Tragedi Papua, Penerbang Senior Angkat Bicara soal Risiko Terbang di Daerah Rawan
Perlu Diperhatikan, Wisatawan Tak Boleh Sembarangan Makan di Jalanan Italia