Kulit kuning kecoklatan, mata sedikit sipit, baju kulit dengan rumbai-rumbai dan aksesoris, serta rambut yang panjang. Dialah Pocahontas, tokoh utama dalam film kartun berjudul sama keluaran Walt Disney. Tahukah Anda, kartun ini bukan dibuat berdasarkan imajinasi semata. Ada legenda dan sejarah di dalamnya, tentang suku Indian Cree yang tinggal di Kanada.
Cree adalah suku Amerika asli dengan populasi terbanyak di Kanada. Dari buku "Book of Peoples of the World" yang dikutip detikTravel, Jumat (27/7/2012), mereka hidup mulai ratusan tahun lalu di lanskap alam yang ganas. Hutan hujan dan ladang tundra, dengan musim panas yang panjang dan musim dingin yang menggigit kulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kartun Pocahontas dikisahkan kehidupan suku Cree mulai berubah saat John Smith, pedagang asal Inggris, menjejakkan kakinya di Kanada. Hal yang sama juga terjadi dalam sejarah suku Cree, ketika para pedagang Eropa (Prancis dan Inggris) tiba dan memperbudak mereka dalam urusan perdagangan.
Kedatangan bangsa Eropa itu rupanya membawa kerugian pada suku Cree. Selain menimbulkan ketergantungan alkohol, adanya epidemi influenza dan tuberculosis pada abad ke-20 menyebabkan populasi suku ini berkurang drastis. Akhirnya, mayoritas suku Cree hijrah ke Provinsi Ontario.
Di provinsi ini, Anda bisa mengunjungi suku asli Cree di enam wilayah. Ada Attawapiskat First Nation, Fort Albany, Fort Seven First Nation, Kaschechewan First Nation, Moose Factory, dan Peawanuck.
Di Attawapiskat First Nation misalnya, Anda bisa menyaksikan mereka beradaptasi dari kehidupan berburu menjadi berladang. Ini adalah daerah tempat berkumpulnya suku Cree dari seluruh Kanada. Pada musim dingin mereka berburu dan berkuda, berkeliling ladang tundra.
Waktu paling baik untuk mengunjungi suku Cree adalah bulan Juli, tepat saat digelarnya Cree Festival. Walaupun mayoritas baju kulit khas Pocahontas disimpan di museum, Anda bisa ikut merasakan kehidupan asli suku Cree saat festival berlangsung.
(sst/fay)












































Komentar Terbanyak
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?