Gunung Huashan di China dapat menjadi tempat adu nyali sesungguhnya bagi para pendaki dan wisatawan. Berada di Kota Huayin, 120 km timur dari Kota Xi'an, China, gunung ini siap membuat Anda setengah mati.
Dari situs news.com yang ditengok detikTravel, Senin (10/9/2012), Gunung Huashan berada di ketinggian 2.200 mdpl dan mempunyai jalur trekking yang sangat berbahaya untuk wisatawan. Meski berbahaya, justru ini menjadi daya tariknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anda akan berjalan di atas papannya sambil menjaga keseimbangan dengan berpegangan di rantai saat mengitari gunung ini. Papannya pun hanya berukuran lebar 30 cm saja. Bayangkan!
Di beberapa jalur pun tidak terdapat pijakan tersebut, tenang saja, masih ada bebatuan yang dipahat menjadi tangga kecil dan juga jalan-jalan setapak. Ups, beberapa papannya pun sudah terlihat rapuh.
Sensasi apa yang dapat Anda rasakan saat mencobanya? Nyaris mati! Sebab, jalur ini tidak menyediakan alat pengamanan berupa helm, tali dan lainnya. Keseimbangan dan keberanian menjadi hal utama yang harus Anda miliki. Bagi yang takut ketinggian, tidak disarankan mencoba jalur ini karena tingginya mencapai 2.090 mdpl.
Di samping Anda, terdapat langit biru dan pegunungan lainnya. Seolah dapat digenggam dengan tangan. Sekali-kali jangan menengok ke bawah, karena dasarnya terlihat sangat mengerikan.
Sebuah acara TV Jepang yang mencoba menelusuri jalur ini, mengklaim telah lebih dari 100 pendaki jatuh dari tempat ini tiap tahunnya. Meskipun bahaya dan memakan korban, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan.
Terlepas dari bahayanya, jalur ini mempunyai pemandangan yang cantik rupawan. Ada pemandangan berupa langit luas, awan yang cantik, air terjun, kuil, dan reruntuhan kuno, yang akan Anda temukan selama perjalanan.
Berani ke Gunung Huashan dan mencoba jalur trekkingnya?
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Tragedi Papua, Penerbang Senior Angkat Bicara soal Risiko Terbang di Daerah Rawan