Waktu statusnya menjadi Taman Nasional pada 2009, nama Band-e-Amir baru terdengar di seluruh dunia. Danau ini adalah Taman Nasional pertama punya Afghanistan. Tak heran, negara di Asia Tengah ini identik dengan lanskap pegunungan dan gurun, serta semak belukar yang menyelimuti sebagian besar daratannya.
Band-e-Amir adalah permata biru di tengah gurun. Kalau melihatnya sendiri, mungkin Anda akan menahan nafas lama sekali. Ada 6 danau yang akan memanjakan mata. Masing-masing jaraknya berdekatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hindu Kush, pegunungan tertinggi kedua di dunia setelah Himalaya, berjejer mengelilingi Band-e-Amir. Walaupun berada di ketinggian 2.900 mdpl, hawa di sekitar danau ini cenderung panas. Tak ada satu pun tumbuhan yang hidup di sini ini kecuali semak belukar. Namun, justru kontrasnya warna alam itulah yang sangat cantik saat dibidik kamera.
Dari situs Wikitravel yang dikunjungi detikTravel, Rabu (19/7/2012), warna biru tua dari danau ini mencerminkan kejernihan air yang bermineral tinggi. Dari keenam danau itu, Band-e-Panir adalah yang paling mungil dengan diameter sekitar 100 meter. Danau terbesar adalah Band-e-Zulfiqar dengan panjang 6,5 kilometer. Sedangkan danau yang paling gampang diakses wisatawan adalah Band-e-Haibat.
Karena begitu terpencil, Band-e-Amir tergolong sulit untuk diakses. Wisatawan harus menyambangi kota kuno Bamiyan, sekitar 80 km dari danau tersebut. Setelah perjalanan darat dengan minivan, butuh beberapa jam trekking di gurun hingga akhirnya tiba di tepi danau ini.
Datanglah saat Anda berkunjung ke Afghanistan, karena keindahan Band-e-Amir tak boleh dilewatkan. Isi penuh baterai kamera Anda untuk memotret danau ini sebanyak-banyaknya. Naiklah ke Band-e-Haibat untuk menyaksikan matahari terbit, pukul 06.00 di bulan Oktober.
Saat mentari menampakkan wajahnya, turunlah ke danaunya untuk mengayuh perahu angsa yang disewakan. Lihat sendiri refleksi diri di permukaan danau yang jernih. Band-e-Amir akan membuat Anda tersenyum sampai pulang.
(sst/fay)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Cerita Pilot Wanita Garuda Terbangkan Bryan Adams dan Diundang ke Konsernya