"Konichiwa! Selamat datang di Sakai," kalimat itu yang terlontar dari Michu, pemandu detikTravel, saat menyambut rombongan asal Indonesia, Selasa (10/10/2012).
detikTravel bersama sejumlah wartawan dan mahasiswa asal Indonesia berkesempatan melihat lebih dekat Kota Sakai dalam rangka acara ASEAN Weekly Committee. Beberapa negara di ASEAN yang pernah 'berhubungan' dengan Sakai di masa lalu seperti Vietnam, Kamboja, Filipina, dan Thailand diundang khusus untuk bernostalgia, sekaligus berbagi cerita soal Sakai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara saya dan para jurnalis dari negara ASEAN lainnya berkesempatan untuk mengunjungi lokasi-lokasi menarik di Sakai, seperti pabrik pembuatan pisau dan pedang katana tradisional khas Jepang, melihat lebih dekat proyek komunitas sepeda, mengunjungi lokasi bersejarah, hingga menjajal hidangan kuliner Sakai.
"Saya harap Anda bisa menikmati kunjungan selama di Sakai," kata Walikota Sakai, Osami Takayama, saat memberikan sambutan di hadapan para delegasi.
Sakai adalah kota yang menjadi bagian dari perfektur Osaka dengan penduduk 842 ribu jiwa. Kota ini menyimpan banyak cerita sejarah dan nilai-nilai tradisional. Sakai menjadi bagian dari 19 kota besar di Jepang.
Meski tergolong kota tua, Sakai juga termasuk kota yang modern. Di dalamnya terdapat sejumlah pabrik dengan teknologi canggih. Kota ini juga pernah dikenal sebagai pusat perdagangan laut terbesar di Jepang.
Kota ini dibangun pada 1 April 1889. Resmi menjadi kota mandiri di Jepang pada April 2006. Ada tujuh distrik di kota seluas 150 km persegi ini.
Penasaran dengan wisata di Kota Sakai? Simak terus ulasan detikTravel dari Kota Sakai.
(mad/fay)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Daftar Negara Teraman Andai Terjadi Perang Dunia III, Ada Indonesia?
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam