Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Okt 2012 13:08 WIB

DESTINATIONS

Sempu, Pulau Paling Romantis di Malang

Faela Shafa
detikTravel
Laguna dilihat dari atas bukit karang (Shafa/detikTravel)
Laguna dilihat dari atas bukit karang (Shafa/detikTravel)
Sempu - Debur ombak, lembut pasir dan ribuan kelip bintang membingkai liburan di Pulau Sempu dengan kesempurnaan yang romantis. Pulau tak berpenghuni di selatan Malang ini tak henti membuat semua traveler jatuh cinta.

Dari Kota Malang, butuh 4 jam perjalanan darat untuk menuju Sendang Biru, pintu masuk Pulau Sempu. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Perjalanan selama 4 jam ini takkan membuat bosan karena disuguhi pemandangan perkotaan, persawahan dan hutan jati.

Setelah sampai di Dermaga Sendang Biru, Anda wajib mendaftarkan diri ke kantor Dinas Kehutanan yang ada di ujung dermaga. Ini disebabkan karena Sempu adalah cagar alam yang dilindungi kelestariannya.

Tujuannya, agar Anda tercatat sebagai pengunjung pulau dan bisa menjadi bukti jika terjadi sesuatu selama di pulau tersebut. Setelah mencatat nama, barulah mencarter perahu. Biasanya, harga carter satu perahu berkisar Rp 100-200 ribu. Harga tersebut sudah termasuk pulang pergi.

Perjalanan laut tak lebih dari 5 menit. Setelah itu, perjalanan sebenarnya baru dimulai. Pulau Sempu adalah cagar alam sehingga tidak ada bangunan atau penghuni yang tinggal di sana. Meski cagar alam, pulau ini tetap bisa dikunjungi para traveler. Namun satu hal yang wajib dilakukan yaitu menjaga kebersihan dan kelestarian pulau.

Pulau yang seluas 877 hektar ini memiliki beberapa destinasi cantik seperti Pantai Kembar. Namun satu destinasi wajib kunjung para traveler adalah Segara Anakan. Laguna cantik ini memiliki pasir putih lengkap dengan airnya yang biru toska dan bersih. Ini adalah laguna yang terletak di balik Samudera Hindia, hanya terpisah tembok karang nan menjulang.

Untuk menuju ke sini, Anda harus trekking sekitar 2 jam atau lebih. Tergantung penguasaan medan dan kadar kelembaban tanah. Saat musim kemarau, perjalanan akan lebih mudah karena tanah yang dipijak cenderung kering dan keras. Juga karena jalan setapak bisa terlihat dengan jelas.

Saat musim hujan, perjalanan bisa lebih lama. Tanah bisa berlumpur dan jalan setapak jadi tidak terlihat. Keringat yang mengucur selama trekking akan benar-benar terbayar saat sampai di Segara Anakan. Cantiknya laguna bisa dinikmati sepanjang waktu, baik siang ataupun malam.

Saat siang hari, waktunya bermain dengan air. Berenang sepuasnya di laguna ini. Meski cuaca panas, namun air di laguna ini tetap sejuk. Ini karena Segara Anakan dikelilingi pohon dan juga ada beberapa gua di sekelilingnya. Malam hari adalah saat yang tepat untuk bersatu dengan alam.

Karena tak berpenghuni, pulau ini tak memiliki aliran listrik. Cahaya bisa dihasilkan dari senter atau api unggun. Berbaring di pasir lembutnya sambil menikmati langit malam dengan serakan bintang nan indah juga bisa jadi penutup hari yang sempurna. Dengarkan suara alam yang tak terganggu deru mesin. Namun saat akhir pekan, suasanya takkan bisa sepi karena banyak traveler yang bermalam.

Oh iya, jika ingin bermalam di sini, jangan lupa membawa tenda beserta perlengkapannya ya. Menginap di Segara Anak juga berarti membawa air bersih dan makanan yang cukup karena tidak ada warung atau restoran di sana. Pertimbangkan juga untuk membawa air bersih untuk keperluan buang air karena mata air sedikit jauh dari Segara Anakan.

Saat ingin pulang, pastikan semua sampah sudah Anda angkut. Ada beberapa traveler nakal yang malas membawa sampah dan menguburnya di pasir. Pastikan Anda menjadi seorang traveler yang bertanggung jawab dengan tetap menjaga kebersihan dan keasrian sebuah destinasi.



(ptr/fay)
BERITA TERKAIT