Danau Sentani adalah salah satu keajaiban Papua. Bayangkan, ada banyak pulau di tengah danau nan luas! Perbukitan yang tampak bergelombang di sekelilingnya pun hijau nan elok. detikTravel berkesempatan berkunjung ke salah satu danau terbesar di Indonesia ini pada Sabtu, (24/11/2012).
Perjalanan ke Danau Sentani, di Gunung Sentani menggunakan pesawat terbang dari Timika. Cukup sekitar 50 menit saja. Jangan sekali-kali memejamkan mata Anda saat pesawat hendak mendarat di Bandara Jayapura. Siapkan kamera dan arahkan pandangan ke jendela. Ada Danau Sentani dengan penuh ketenangan dan keindahan menanti Anda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pulau-pulau di Danau Sentani terlihat sangat jelas. Bentuk pulaunya dari atas udara pun menggagumkan. Ada yang besar dan ada yang kecil. Di danau yang luas ini, sungguh bagaikan pemandangan pulau-pulau di lautan.
Setelah pesawat mendarat, perjalanan pun dilanjutkan dengan kendaraan mobil. Sekitar 45 menit dari bandara, Anda akan tiba di dalam Komplek Rindam Jaya Kodam 8 Trikora, markas TNI. Inilah salah satu tempat terbaik untuk melihat Danau Sentani.
"Di tempat ini dulunya Markas Besar Jendral Douglas MacArthur. Markasnya sangat luas. Ada bandara sampai tempat tinggal tentara," kata Pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua, Hans Yambeyapdi kepada detikTravel.
Ternyata, tempat ini dulunya adalah markas besar Amerika di Papua. Di sini Jendral Douglas MacArthur mendirikan markas saat Perang Dunia II. Dia dan pasukannya tinggal di sana sekitar tahun 1941-1944. Mereka mengatur strategi dan memantau pesawat tempur musuh yang terbang melintasi Danau Sentani.
"Saat berperang, mereka menyuruh suku-suku di Papua untuk masuk ke dalam hutan sampai perang selesai. Tempat markasnya sangat strategis," lanjut pria yang disapa Hans ini.
Akhirnya, mereka berperang dengan Jepang di Morotai dan berhasil memukul mundur tentara dari Negeri Sakura tersebut. Untuk mengenang pertempurannya, dibangunlah Tugu MacArthur dengan lambang tombak dan pedang dan berwarna hitam dan kuning.
"Tempat tugunya ini sama persis lokasinya dengan markas besar Jendral MacArthur," ungkap Hans yang menemani berkeliling.
Di sini juga terdapat suatu rumah kecil dengan informasi sejarah Jendral MacArthur yang lengkap. Di dindingnya terdapat kliping yang dibingkai. Kliping tersebut menceritakan kronologis pendaratan pasukan Jendral MacArthur, sampai mereka berhasi memukul mundur tentara Jepang.
Nah, dari tempat inilah Anda bisa melihat pemandangan Danau Sentani yang sangat cantik. Anda bebas berpuasnya foto dari atas bukit dengan latar danau tersebut.
Lihatlah danaunya yang tenang dan pulau-pulau kecil di atasnya. Buka mata Anda lebih lebar lagi, ada perbukitan yang berwarna hijau tua di kejauhan. Ah, cantik luar biasa!
"Coba lihat dari sini toh, tempat duduknya Jendral MacArthur. Masih asli!" Lanjut Hans yang menunjuk bangku kecil di bagian sudut tempat ini.
Menakjubkan! Dari sini, pemandangan Danau Sentani dan pulau kecilnya sungguh jelas. Tak hanya itu, landasan bandara, pesawat yang sesekali mendarat dan juga Kota Sentani terlihat sejauh mata memandang. Jangan lupa menengok ke atas, awan putih dan langit biru yang jernih mampu membuat mulut ini terkunci.
Sungguh cantik pemandangan dari tempat duduk Jendral MacArthur ini. Tempatnya yang berada di pojok dan tak terlalu ramai didatangi orang, membuat dunia seolah milik Anda dan dan Danau Sentani. Siap-siap tergoda dan dijamin akan jatuh cinta!
(ptr/sst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5